banner 728x250

Kejari Pati Pastikan Korban Laka Bus Tahanan Mendapat Perawatan Maksimal

banner 120x600
banner 468x60

PATI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Rendra Pardede langsung terjun ke Rumah Sakit KSH Kabupaten Pati untuk menindaklanjuti insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Tahanan Kejari Pati dengan seorang pengendara sepeda motor matic lansia inisial SM berusia 70 tahun Rabu 7 Januari 2026.

Peristiwa tersebut terjadi usai Bus Tahanan Kejari Pati melaksanakan tugas membawa terdakwa Teguh Istiyanto dan Supriyono alias Botok dari sidang di Pengadilan Negeri Pati untuk dibawa kembali ke Rumah Tahanan (Rutan). Bus diketahui menyerempet sepeda motor yang dikendarai korban.

banner 325x300

Kasi Intel Kejari Pati, Rendra Pardede, mengatakan pihaknya bergerak cepat memberikan pertolongan dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara optimal.

“Kami dari Kejaksaan tentunya melakukan langkah cepat dengan memberikan pertolongan kepada ibu korban. Kemudian kami memastikan bahwa penanganan di rumah sakit berlangsung dengan baik,” ujar Rendra.

Ia menegaskan, Kejari Pati siap bertanggung jawab apabila terdapat biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh asuransi.

“Kalau nanti ada biaya-biaya di luar yang tidak ditanggung asuransi, pasti kami tanggung jawab,” tegasnya.

Rendra juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait pengaturan lalu lintas dan penanganan di lokasi kejadian.

Menurutnya, bus tahanan harus segera melanjutkan perjalanan ke rutan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengatur alur di lapangan. Transportasi tahanan harus cepat kita bawa ke rutan. Kejadian ini murni tidak disengaja,” jelasnya.

Sementara itu, Dony Subagyo, suami korban, mengungkapkan bahwa istrinya mengalami kecelakaan saat pulang dari pasar setelah berjualan. Keluarga korban tinggal di Perumda Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

“Dari pasar habis jualan terus mau pulang. Informasi saya dapat dari anak saya,” kata Dony.

Ia menambahkan bahwa pihak keluarga tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak medis.

“Sudah baik, karena ini ada proses. Kita menunggu keputusan dokter. Dari keluarga tidak mempermasalahkan dan pengobatan juga sudah tertangani dengan baik oleh dokter di KSH,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *