banner 728x250

Peringati Hari AIDS Sedunia, Aktivis Gelar Aksi Damai dan Bagikan Bunga di Depan GOR Pesantenan Pati

banner 120x600
banner 468x60

PATI — Memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada Senin, 1 Desember 2025, sejumlah aktivis dan lintas komunitas di Kabupaten Pati menggelar aksi damai di depan GOR Pesantenan. Aksi tersebut diisi dengan edukasi kesehatan, pembagian bunga, serta pembagian buku informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait HIV dan mengurangi stigma yang masih kuat di lingkungan sosial.

Aksi damai ini dipimpin oleh Prasetyo selaku Penanggung Jawab Aksi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan diperingati tidak hanya melalui aksi turun ke jalan, tetapi juga melalui rangkaian sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya bersama berbagai komunitas.

banner 325x300

“Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini kami isi dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi lintas komunitas. Ada komunitas seni, pecinta lingkungan, hingga teman-teman pecinta seni lainnya. Kami berkolaborasi untuk menyampaikan pesan penting mengenai HIV kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain aksi damai, Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya juga menjalankan berbagai kegiatan seperti podcast rutin sebagai media edukasi serta lomba poster yang sebelumnya digelar di Gedung DPRD Pati. Melalui beragam media tersebut, para aktivis berupaya menekan stigma negatif terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) yang menurutnya masih meningkat di masyarakat.

“Stigma sekarang semakin parah. Karena itu kami gencar melakukan edukasi, baik lewat seni, lingkungan, maupun kegiatan publik seperti hari ini. Harapannya, masyarakat bisa memahami bahwa HIV bukan sesuatu yang harus memunculkan diskriminasi,” tambahnya.

Dalam aksi damai ini, aktivis membagikan bunga dan buku informasi sebagai simbol kepedulian dan ajakan untuk lebih memahami isu HIV. Langkah ini dinilai efektif untuk menyampaikan pesan secara humanis kepada masyarakat yang melintas di kawasan GOR Pesantenan.

Prasetyo juga memaparkan data bahwa kasus HIV di Kabupaten Pati terus meningkat. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, total kasus sejak tahun 1996 hingga September 2025 telah mencapai 3.217 kasus. Temuan kasus baru bahkan masih berjalan dan sifatnya seperti fenomena gunung es.

“Rata-rata setiap tahun ditemukan satu kasus per hari. Dalam satu bulan bisa sampai 30 kasus, belum termasuk pasangan atau rekan yang ikut berisiko tertular. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus terus kami kawal,” jelasnya.

Sebagian besar kasus ditemukan pada usia produktif 20–35/40 tahun. Namun dalam satu tahun terakhir, peningkatan signifikan justru terjadi pada kelompok ibu rumah tangga dan anak-anak.

“Banyak ibu rumah tangga yang tidak mengetahui dirinya terjangkit, kemungkinan tertular dari pasangan yang berperilaku berisiko. Untuk anak-anak, kami saat ini mendampingi 30 anak usia SD hingga SMA melalui Rumah Matahari. Ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Untuk ibu rumah tangga, jumlah temuan dalam satu tahun terakhir berkisar 100–150 kasus. Sementara itu, edukasi khusus juga diberikan kepada ibu hamil. Beberapa kasus menunjukkan bahwa meski ibu hamil positif HIV, anak yang dilahirkan bisa negatif apabila mendapatkan edukasi dan pendampingan yang benar.

“Semua langkah ini terus kami lakukan sebagai bentuk komitmen dalam penanganan HIV di Pati. Edukasi harus terus berjalan dan stigma harus kita lawan bersama,” tegas Prasetyo.

Aksi damai yang digelar pada Senin pagi tersebut berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari warga. Melalui kegiatan ini, para aktivis berharap semakin banyak masyarakat yang peduli, paham, dan berani terlibat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Pati.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *