PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berencana membongkar Pasar Yaik yang berada di Dukuh Ngembleb, Desa Kutoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati. Pasar tersebut nantinya akan diubah menjadi taman dan bundaran yang digadang-gadang menyerupai Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta.
Proyek pembongkaran dan pembangunan taman serta bundaran itu direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 mendatang. Namun, rencana ini mendapat respons keras dari para pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya dari aktivitas di Pasar Yaik.
Salah satu pedagang, Abdul Kholik, menyayangkan rencana pembongkaran tersebut. Ia mengaku belum pernah mendapat informasi atau sosialisasi resmi dari Pemkab Pati maupun pihak pengelola pasar.
“Saya mewakili UMKM yang berjualan di Pasar Yaik, saya menyayangkan rencana pembongkaran ini. Karena tidak ada sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten Pati ataupun pemberitahuan dari pengurus pasar,” kata Abdul, senin (7/7/2025).
Abdul yang sehari-hari berjualan kopi di Pasar Yaik mengkhawatirkan pembongkaran ini akan menghilangkan mata pencaharian dirinya dan puluhan pedagang lainnya. Terlebih, Pasar Yaik selama ini dikenal sebagai pusat kopi dan jajanan UMKM yang cukup ramai di pusat kota Pati.
“Sangat khawatir (pembeli sepi). Karena Yaik dikenal sebagai ikon kopi pusat Pati. Kalau dipindah, khawatir tidak bisa seramai ini lagi,” ujarnya.
Ia berharap Pemkab Pati tidak hanya memikirkan pembangunan infrastruktur, namun juga mempertimbangkan nasib para pedagang yang terdampak. Abdul mendesak pemerintah agar segera memberikan kejelasan, apakah para pedagang akan direlokasi, diberi kompensasi, atau bahkan didorong untuk alih profesi.
“Nasib pedagang harus diperhatikan. Mau direlokasi, dikasih kompensasi, atau disuruh alih profesi, itu harus jelas dari pemerintah,” tegasnya.
Menurutnya, jika relokasi benar-benar dilakukan, para pedagang harus dipindahkan ke tempat yang layak agar roda perekonomian mereka tetap berjalan.
“Kalau direlokasi, saya berharap Bapak Bupati Sudewo memberikan tempat yang layak untuk kami berjualan,” lanjut Abdul.
Abdul mengungkapkan, saat ini ada sekitar 70 pedagang yang aktif berjualan di Pasar Yaik. Mereka telah bertahun-tahun menjalani usaha di lokasi tersebut.
“Saya pribadi sudah lima tahun jualan di sini. Tapi ada juga teman-teman yang sudah lebih dari 10 tahun. Jumlah pedagang di Pasar Yaik kurang lebih sekitar 70 orang,” pungkasnya.





