PATI, redaksinusantara.id – Suasana berbeda terlihat di kawasan Jalan Panglima Sudirman sisi barat Alun-alun Pati. Trotoar lama yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari wajah pusat kota kini mulai dibongkar sebagai tahap awal penataan kawasan pedestrian yang lebih modern dan representatif.
Pembongkaran dilakukan mulai dari depan Masjid Agung Baitunnur Pati hingga kawasan Bank Jateng. Sejumlah alat berat dan pekerja tampak melakukan pekerjaan secara bertahap untuk mempersiapkan pembangunan fisik yang akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan kawasan tersebut nantinya akan ditata dengan konsep yang mengadopsi pedestrian Jalan Malioboro di Yogyakarta.
“Trotoar akan direnovasi. Nantinya akan dijadikan seperti trotoar di Jalan Malioboro Jogja,” ujar Chandra.
Penataan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan wajah baru pusat Kota Pati yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat. Selain meningkatkan fungsi trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki, kawasan tersebut juga diharapkan menjadi ruang publik yang lebih menarik dan hidup.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Kabupaten Pati, Arief Wahyudi, menjelaskan bahwa DPUTR hanya menangani proses pembongkaran, sedangkan desain hingga pembangunan fisik menjadi kewenangan Balai Strategis Penataan Perkotaan Kementerian PUPR.
“Kalau kegiatan di DPU hanya pembongkarannya saja. Untuk desain, perencanaan, dan pelaksanaan fisik semua dari Balai Strategis Penataan Perkotaan Kementerian PUPR,” jelas Arief.
Menurutnya, penataan kawasan ini tidak sekadar mengganti trotoar lama dengan yang baru. Lebih dari itu, proyek tersebut bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Arief menambahkan, konsep yang disiapkan juga memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas dengan menghadirkan fasilitas pedestrian yang lebih aksesibel.
“Penataan kawasan diarahkan menciptakan kenyamanan pejalan kaki lewat jalur pedestrian yang aman, tertata, serta ramah bagi penyandang disabilitas,” terangnya.
Dengan dukungan anggaran pembangunan sekitar Rp18 miliar dari Kementerian PUPR, kawasan Jalan Panglima Sudirman diproyeksikan mengalami transformasi besar. Setelah rampung, area tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Pati sekaligus wajah modern pusat kota yang membanggakan masyarakat.
(ADV)

















