PATI, redaksinusantara.id — Penutupan lembaga pendidikan di Yayasan Ndholo Kusumo pasca-kasus pencabulan oleh oknum kiai mendorong DPRD Pati untuk meminta langkah cepat dan konkret dari pemerintah. Anggota Komisi D DPRD Pati, Eko Kuswanto, menegaskan pentingnya skema lanjutan agar para siswa tidak kehilangan akses pendidikan.
Menurutnya, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati bersama Dinas Pendidikan harus segera menyiapkan solusi yang terukur, baik melalui pembelajaran daring maupun pemindahan siswa ke sekolah lain yang lebih aman.
“Jangan sampai anak-anak putus sekolah hanya karena kasus yang dilakukan oknum. Negara harus hadir memastikan mereka tetap sekolah,” tegas Eko.
Ia mengapresiasi respons cepat Kemenag dalam menyikapi kasus tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah lanjutan jauh lebih penting untuk menjamin keberlangsungan pendidikan ratusan siswa yang terdampak.
“Saya apresiasi langkah Kemenag yang langsung tanggap. Tapi setelah ini harus ada langkah nyata, terutama untuk menjamin siswa tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar,” ujarnya.
Eko menilai, tanpa penanganan yang sistematis, para siswa berpotensi mengalami keterlambatan akademik, terutama bagi mereka yang berada di tingkat akhir.
Komisi D DPRD Pati, lanjutnya, akan terus mendorong dan mengawal kebijakan lintas instansi agar proses transisi pendidikan berjalan lancar dan tidak merugikan peserta didik.
(ADV)

















