PATI, redaksinusantara.id — Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi Golkar, Endah Sri Wahyuningati, mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons kasus pencabulan di Yayasan Ndholo Kusumo. Namun demikian, ia menegaskan bahwa penanganan kasus tersebut harus dilakukan secara maksimal hingga tuntas.
Menurut Endah, respons awal yang cepat dari Kementerian Agama dan pemerintah daerah merupakan langkah positif. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa proses hukum dan penanganan dampak terhadap siswa harus tetap menjadi prioritas.
“Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons kasus ini. Tapi tentu penanganannya tidak boleh berhenti di situ, harus benar-benar dituntaskan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keadilan bagi para korban harus menjadi perhatian utama, di samping memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi.
“Penegakan hukum harus berjalan tegas, dan di sisi lain hak belajar siswa juga harus tetap dijamin,” katanya.
Endah juga mendorong sinergi antarinstansi, mulai dari kepolisian, Kementerian Agama, hingga Pemerintah Kabupaten Pati, agar penanganan kasus berjalan komprehensif.
“Semua pihak harus bersinergi. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga soal masa depan anak-anak yang terdampak,” tandasnya.
Komisi D DPRD Pati, lanjutnya, akan terus mengawal proses penanganan kasus sekaligus memastikan kebijakan pendidikan yang diambil tidak merugikan para siswa.
(ADV)

















