PATI, redaksinusantara.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dinilai semakin menekan kondisi ekonomi nelayan di Kabupaten Pati. Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, usai mengikuti aksi ribuan nelayan di Alun-alun Pati.
Menurut Mukit, lonjakan harga solar berdampak langsung terhadap biaya operasional yang harus ditanggung nelayan setiap kali melaut. Kondisi ini membuat penghasilan mereka tidak lagi mampu menutup biaya produksi.
“Operasional yang tinggi tidak bisa menutup pendapatan nelayan. Kalau dipaksakan berangkat, mereka rugi,” ujarnya.
Ia menilai situasi tersebut sangat memprihatinkan, karena nelayan berada dalam posisi terjepit antara mahalnya BBM dan ketidakpastian hasil tangkapan.
Mukit menegaskan, jika kondisi ini terus berlanjut, maka kesejahteraan nelayan akan semakin menurun dan berpotensi memicu masalah sosial di wilayah pesisir.
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga BBM, khususnya solar yang menjadi kebutuhan utama nelayan.
(ADV)

















