banner 728x250

Siti Maudlu’ah: Tiga Warga Pernah Terseret Arus, Jembatan Gesik Dinilai Rawan Saat Banjir

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Kondisi Jembatan Gesik di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, tidak hanya menjadi persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Setiap kali banjir datang, jembatan tersebut berubah menjadi titik rawan yang membahayakan pengguna jalan.

Luapan air yang menutupi badan Jalan Sukolilo-Prawoto kerap mencapai lebih dari satu meter. Arus yang deras membuat kendaraan tidak berani melintas dan masyarakat terpaksa menunggu hingga kondisi kembali aman.

Doni, warga Desa Prawoto, mengungkapkan bahwa banjir di Jembatan Gesik sering datang secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan. Situasi itu membuat warga selalu waspada saat cuaca buruk terjadi.

“Kalau hujan deras, warga biasanya sudah bersiap karena banjir bisa datang sewaktu-waktu. Airnya deras dan sangat berbahaya,” katanya.

Ia menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir sudah ada sejumlah warga yang menjadi korban akibat derasnya arus banjir di lokasi tersebut.

“Setidaknya sudah ada tiga warga yang pernah terseret arus. Itu yang membuat masyarakat sekarang lebih berhati-hati dan memilih menunggu banjir surut,” ujarnya.

Menurut Doni, ancaman keselamatan tersebut menjadi alasan kuat mengapa Jembatan Gesik perlu segera dibenahi. Selain meningkatkan kapasitas aliran air, pembangunan ulang jembatan juga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan saat musim penghujan.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Siti Maudlu’ah, mengakui bahwa persoalan di Jembatan Gesik tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia menilai keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan infrastruktur.

“Jangan sampai ada korban lagi. Ketika air meluap dan arus deras, warga tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu. Karena itu solusi permanen harus segera diwujudkan,” tegasnya.

Siti mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah konkret melalui pembangunan jembatan yang lebih tinggi dan lebih lebar agar mampu mengantisipasi debit air saat musim hujan tiba.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama. Jembatan Gesik sudah saatnya mendapatkan penanganan yang serius dan menyeluruh,” pungkasnya.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *