PATI, redaksinusantara.id – Polemik yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo diharapkan tidak mengganggu keberlangsungan pendidikan para santri. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, Maulana Adika Prastya, mengimbau para wali santri untuk segera mencari pondok pesantren lain agar proses belajar anak tetap berjalan.
Menurut Maulana, pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus terus dipenuhi meski lembaga pendidikan yang sebelumnya ditempati tengah menghadapi persoalan.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan para santri tetap mendapatkan pendidikan. Jangan sampai masa depan mereka ikut terdampak karena persoalan yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Ia menilai Kabupaten Pati memiliki banyak pondok pesantren yang siap menjadi tempat melanjutkan pendidikan para santri. Dengan begitu, proses pembelajaran tidak perlu terhenti terlalu lama.
Maulana juga mengajak para orang tua untuk mengutamakan kepentingan pendidikan anak dibanding mempertahankan pilihan pada satu lembaga tertentu.
“Kita harus melihat kepentingan anak sebagai prioritas. Selama masih ada pesantren lain yang berkualitas, saya rasa itu bisa menjadi solusi terbaik agar pendidikan tetap berlanjut,” katanya.
Politikus Gerindra tersebut berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat membantu memberikan pendampingan dan informasi kepada wali santri mengenai pesantren yang masih menerima santri baru.
“Jangan sampai anak-anak kehilangan semangat belajar. Mereka harus tetap memperoleh pendidikan agama maupun pendidikan formal dengan baik,” tutup Maulana.
(ADV)





















