PATI – Stabilitas ekonomi masyarakat perdesaan sangat bergantung pada ketangguhan konektivitas antarwilayah. Ketika salah satu akses jembatan mengalami kerusakan berat, dampak kerugiannya akan langsung dirasakan oleh berbagai sektor, mulai dari distribusi hasil panen hingga mobilitas anak-anak menuju sekolah.
Realitas inilah yang kini sedang dihadapi oleh masyarakat di sekitar Jembatan Pegandan, Margorejo. Sebagai urat nadi yang menghubungkan beberapa pedukuhan sekaligus jalur alternatif antardesa, jembatan ini memegang peran vital dalam memutar roda perekonomian lokal sehari-hari.
Sekretaris Komisi C DPRD Pati, Irianto Budi Utomo, menegaskan bahwa kelancaran aktivitas harian warga terancam terhambat jika perbaikan jembatan ini terus ditunda oleh pemerintah daerah.
“Kalau melihat informasi yang kami terima, kondisi jembatan memang cukup memprihatinkan. Infrastruktur seperti ini harus segera mendapat perhatian karena menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas sehari-hari,” ujarnya saat memberikan keterangan.
Ia menjelaskan bahwa hambatan pada jalur transportasi utama akan memicu pembengkakan biaya operasional bagi para petani dan pelaku usaha mikro. Jarak tempuh yang harus dilalui warga menjadi lebih jauh karena terpaksa memutar mencari rute lain yang lebih aman.
Oleh karena itu, Komisi C mendesak agar rehabilitasi struktur Jembatan Pegandan dimasukkan ke dalam penanganan darurat. Pemulihan jalur konektivitas ini harus diselesaikan secepat mungkin demi menjaga produktivitas dan kesejahteraan warga di Kecamatan Margorejo.





















