banner 728x250

DPRD Pati Dorong Bantuan Berkelanjutan, Biaya Bongkar Ratoon Masih Jadi Tantangan Petani

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati Hardi meminta pemerintah memastikan keberlanjutan dukungan terhadap petani tebu yang mengikuti program bongkar ratoon. Pasalnya, biaya peremajaan tanaman mencapai sekitar Rp20 juta per hektare, sehingga masih menjadi tantangan bagi sebagian besar petani.

Hardi menjelaskan, kebutuhan biaya tersebut meliputi pembelian bibit, pengolahan lahan menggunakan traktor, proses penanaman, hingga pemupukan. Tanpa dukungan pemerintah, tidak semua petani memiliki kemampuan untuk melakukan peremajaan tanaman secara mandiri.

“Biaya bongkar ratoon memang cukup besar. Karena itu, bantuan pemerintah harus terus berlanjut agar petani tidak ragu melakukan peremajaan tanaman yang sebenarnya sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Ia menilai keberlanjutan program tidak cukup hanya dengan pemberian bantuan pada tahap awal. Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan bibit berkualitas, pupuk, serta akses pembiayaan yang mudah agar petani dapat menjaga produktivitas lahannya dalam jangka panjang.

Menurut Hardi, investasi pada sektor tebu akan memberikan manfaat besar karena mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat pasokan bahan baku gula nasional.

“Ketika petani merasa didukung, mereka akan lebih semangat melakukan peremajaan tanaman. Dampaknya bukan hanya meningkatkan produksi tebu, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah sentra pertanian,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani tebu sehingga program bongkar ratoon dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta pencapaian swasembada gula nasional.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *