PATI, redaksinusantara.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati kembali menekankan pentingnya sosialisasi yang masif dan persuasif terkait kebijakan pergantian kepala sekolah SD dan SMP. Hal ini disampaikan menyusul munculnya keresahan di kalangan tenaga pendidik, khususnya para pelaksana tugas (PLT) kepala sekolah.
Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk lebih aktif menyampaikan informasi kepada publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ia menilai, pendekatan komunikasi yang baik akan meredam isu-isu yang berkembang di masyarakat.
“Tolong sosialisasi dilakukan secara masif dan persuasif. Kasihan PLT kepala sekolah yang sudah lama mengabdi, mereka juga butuh kepastian,” ujarnya.
Menurut Bambang, para PLT kepala sekolah selama ini telah menjalankan tugas dengan baik dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta dedikasi yang telah diberikan.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengesampingkan perbedaan dan tidak lagi terjebak dalam kelompok-kelompok tertentu dalam pembangunan daerah. DPRD, kata dia, berkomitmen untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pati secara lebih baik tanpa adanya sekat kepentingan.
“Kita ini sudah sepakat untuk membangun Kabupaten Pati. Tolong hilangkan yang namanya kubu-kubu, tidak ada lagi itu. Semua harus bersatu demi kemajuan daerah,” tegasnya.
DPRD berharap, dengan adanya komunikasi yang lebih terbuka dan suasana yang kondusif, setiap kebijakan yang diambil pemerintah dapat berjalan lancar serta diterima dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
(ADV)

















