PATI, redaksinusantara.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati akan menindaklanjuti hasil audiensi dengan paguyuban kepala sekolah SD dan SMP melalui rapat dengar pendapat (RDP) di tingkat komisi. Langkah ini diambil guna membahas secara lebih mendalam terkait isu pergantian kepala sekolah yang tengah berkembang.
Wakil Ketua I DPRD Pati, Bambang Susilo, menyampaikan bahwa pembahasan teknis akan dilakukan melalui gabungan Komisi A dan Komisi D. Hal ini bertujuan agar persoalan dapat dikaji dari berbagai aspek, baik dari sisi regulasi maupun implementasi di lapangan.
“Kami tadi sudah menyampaikan bahwa akan dilakukan tindak lanjut melalui rapat dengar pendapat di tingkat komisi. Ini akan dibahas di gabungan Komisi A dan Komisi D agar lebih komprehensif,” ujarnya.
Menurut Bambang, forum RDP menjadi langkah penting untuk menggali informasi secara lebih detail dari pihak-pihak terkait, termasuk dinas teknis dan pemangku kebijakan. Dengan demikian, DPRD dapat memberikan rekomendasi yang tepat dan solutif.
“Nanti di forum itu kita akan dalami secara teknis, baik dari sisi aturan maupun pelaksanaannya di lapangan. Kita ingin semua jelas, tidak ada lagi multitafsir,” jelasnya.
Ia menegaskan, DPRD tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru tanpa kajian yang matang. Oleh karena itu, proses pembahasan melalui komisi menjadi kunci dalam menentukan langkah selanjutnya.
“Kami tidak ingin gegabah. Semua harus melalui mekanisme yang ada, dikaji secara mendalam, baru kemudian kita keluarkan rekomendasi,” tegas Bambang.
Bambang juga menambahkan bahwa hasil dari RDP nantinya akan menjadi dasar bagi DPRD dalam memberikan sikap resmi terkait polemik yang berkembang, sekaligus memastikan kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepastian hukum dan keadilan.
“Kita tunggu hasil rekomendasi dari komisi. Harapannya, ini bisa menjadi solusi terbaik dan memberikan kepastian bagi semua pihak, khususnya para kepala sekolah,” pungkasnya.
(ADV)

















