PATI – Kabupaten Pati sedang menghadapi tantangan besar dalam meratakan kualitas infrastruktur jalan, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota seperti Kecamatan Kayen. Aksi penanaman pohon pisang oleh warga setempat di jalan berlubang barat RSUD Kayen menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Pemerintah Kabupaten Pati.
Meskipun saat ini warga harus bersabar menghadapi debu dan lubang, harapan baru mulai muncul seiring dengan komitmen dari DPRD Kabupaten Pati. Perencanaan perbaikan yang masuk dalam anggaran tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi janji manis, tetapi menjadi awal dari transformasi kualitas jalan di wilayah tersebut menjadi lebih kokoh dan tahan lama.
Wakil Ketua I DPRD Pati, H. Hardi, menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif. Ia berharap warga tetap kondusif sembari menunggu proses administrasi dan teknis perbaikan berjalan. “Kami berharap aktivitas masyarakat kembali aman dan lancar setelah pembangunan selesai nanti. Mari kita kawal bersama proses ini,” tuturnya dengan nada optimis.
Ke depan, diharapkan pemerintah daerah memiliki sistem deteksi dini terhadap kerusakan jalan agar tidak perlu menunggu aksi protes warga untuk melakukan perbaikan. Dengan infrastruktur yang kuat, wilayah Kayen berpotensi tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan kesehatan yang lebih maju di Kabupaten Pati, selaras dengan aspirasi masyarakat yang mendambakan kenyamanan dalam berkendara.
(ADV)

















