Pati, redaksinusantara.id – Kondisi ekonomi yang sedang lesu menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Pati di tahun ini. Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, melihat perlunya langkah cepat untuk memulihkan gairah ekonomi masyarakat, terutama dalam hal pemenuhan bahan pokok. Ia mendorong agar program-program yang bersifat bantuan langsung maupun intervensi pasar lebih dipertajam sasarannya.
Muslihan menilai bahwa pasar murah adalah salah satu instrumen paling efektif untuk membantu warga kurang mampu. Namun, ia menginginkan lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut harus dikemas dalam bentuk inovasi yang berkelanjutan dan menjangkau pelosok desa yang selama ini sulit mengakses komoditas dengan harga murah.
Dalam pesannya kepada rekan-rekan di pemerintahan, ia menekankan, “Ya saya harap untuk dinas terkait ada program terobosan lah ya supaya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kebutuhan pokok.” Statemen ini menggarisbawahi pentingnya dedikasi dinas dalam mencari solusi di luar cara-cara lama.
DPRD Kabupaten Pati melalui Komisi B berkomitmen untuk mengawal penganggaran program-program kerakyatan tersebut. Muslihan berharap, dengan adanya sinergi yang baik, Kabupaten Pati mampu bertahan dan tetap tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Kesejahteraan masyarakat harus menjadi kompas utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah.
(ADV)

















