PATI – Dugaan perlakuan tidak semestinya terhadap korban bullying di MTs Islam Wangunrejo kembali mencuat. Keluarga korban menyebut A justru mendapat teguran saat meminta pertolongan setelah mengalami luka serius.
Peristiwa itu terjadi setelah korban melarikan diri dari aksi pengeroyokan dengan memanjat pagar sekolah. Jari tangan kirinya terjepit hingga patah dan mengeluarkan banyak darah.
Menurut keterangan keluarga, korban kemudian mendatangi kantor guru untuk meminta bantuan.
“Korban menjerit kesakitan karena jari yang sebelumnya mati rasa mulai terasa sakit. Saat meminta tolong, justru dimarahi oleh salah satu guru,” kata Sahlatina.
Setelah itu korban baru dibawa ke Rumah Sakit KSH untuk menjalani perawatan medis.
Keluarga menilai penanganan awal yang diberikan pihak sekolah perlu dievaluasi. Mereka berharap seluruh fakta terkait kejadian tersebut dapat terungkap dalam proses penyelidikan.
Saat ini kasus dugaan bullying dan pengeroyokan tersebut telah dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.





















