banner 728x250

Karnaval Adhi Loka Pati Dinilai Bisa Buka Peluang Ekonomi Kreatif

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id — Karnaval Budaya Adhi Loka Pati tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga dinilai memiliki peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Pati.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, H. Hardi, dari Fraksi Gerindra, melihat kegiatan yang melibatkan pelaku seni, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai produk serta kreativitas lokal.

Karnaval tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 di Alun-Alun Pati, Sabtu (8/8/2026), dan berlangsung dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.

Hardi mengatakan, tingginya perhatian masyarakat terhadap kegiatan budaya dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, ketika sebuah kegiatan budaya mampu mendatangkan banyak orang, berbagai sektor usaha di sekitarnya juga berpotensi ikut bergerak.

“Kegiatan budaya seperti ini sebenarnya memiliki efek yang cukup luas. Ketika masyarakat berkumpul, ada pelaku UMKM, pedagang, pelaku seni, dan komunitas yang bisa ikut mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut,” kata Hardi.

Ia mendorong agar penyelenggaraan kegiatan budaya ke depan dapat dikemas lebih terintegrasi dengan pengembangan ekonomi kreatif. Pelaku UMKM lokal maupun kelompok kreatif dapat diberikan ruang untuk mempromosikan produk mereka kepada masyarakat.

“Budaya dan ekonomi kreatif bisa berjalan bersama. Kesenian menjadi daya tariknya, sementara produk lokal dan kreativitas masyarakat bisa menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di dalamnya,” ujarnya.

Hardi juga menilai komunitas anak muda perlu mendapat ruang lebih besar untuk menampilkan kreativitas. Menurutnya, kreativitas generasi muda dapat menjadi kekuatan baru dalam mengemas budaya Pati agar lebih menarik dan memiliki nilai ekonomi.

“Yang perlu kita dorong adalah bagaimana kegiatan seperti ini tidak berhenti setelah acara selesai. Harus ada dampak lanjutan bagi pelaku seni, UMKM dan komunitas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat terus membuka ruang kolaborasi antara pelaku budaya, komunitas, UMKM, dan sektor pariwisata. Dengan kolaborasi tersebut, Hardi optimistis budaya lokal dapat semakin dikenal sekaligus menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat Pati.

“Kalau dikelola dengan baik, kekayaan budaya Pati bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kreativitas dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *