banner 728x250

Sudi Rustanto Minta Akses Permodalan Pelaku Ekonomi Kreatif Pati Diperluas

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Pati dinilai membutuhkan dukungan pembiayaan yang lebih mudah dijangkau pelaku usaha. DPRD Pati mendorong pemerintah daerah memperkuat akses permodalan agar pelaku ekonomi kreatif dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Sudi Rustanto, mengatakan keterbatasan modal masih dapat menjadi hambatan bagi pelaku usaha ketika ingin mengembangkan produk. Padahal, banyak potensi lokal yang bisa diolah menjadi kegiatan ekonomi dengan nilai tambah.

“Jangan sampai pelaku usaha sudah memiliki ide dan kemampuan, tetapi terkendala ketika ingin mengembangkan usahanya karena persoalan modal. Akses pembiayaan perlu dibuat lebih mudah dan sesuai dengan kondisi mereka,” ujar Sudi.

Menurutnya, dukungan pemerintah tidak harus selalu dalam bentuk bantuan langsung. Pemerintah daerah dapat membangun skema pembiayaan yang terjangkau sekaligus memberikan pendampingan agar modal yang diperoleh benar-benar digunakan untuk pengembangan usaha.

Sudi menilai pelaku ekonomi kreatif membutuhkan pembiayaan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembelian peralatan, bahan baku, peningkatan kapasitas produksi hingga pengembangan kemasan. Kebutuhan tersebut akan semakin besar ketika produk mulai mendapatkan permintaan dari pasar yang lebih luas.

“Modal itu bukan hanya untuk memulai usaha. Ketika usaha berkembang, kebutuhan peralatan, bahan baku dan kapasitas produksi juga ikut meningkat. Di titik inilah dukungan pembiayaan sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Selain permodalan, ia meminta pemerintah memperkuat pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, akses modal akan lebih efektif apabila disertai pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha.

Sudi juga mendorong agar pelaku usaha kreatif diberikan informasi yang jelas mengenai program pembiayaan yang tersedia. Dengan demikian, masyarakat tidak kesulitan mencari informasi maupun menentukan skema pembiayaan yang sesuai.

“Program pemerintah harus benar-benar sampai kepada pelaku usaha. Informasinya harus jelas, persyaratannya tidak membingungkan, dan ada pendampingan ketika mereka mengakses pembiayaan,” katanya.

Menurut Sudi, semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang berkembang akan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Pertumbuhan usaha juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat produk lokal Pati.

Ia berharap pemerintah daerah dapat membangun ekosistem usaha yang memberikan ruang bagi pelaku kreatif untuk tumbuh secara mandiri. Dukungan pembiayaan, pelatihan dan pendampingan dinilai perlu berjalan beriringan.

“Yang kita dorong bukan sekadar memberikan modal, tetapi membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang. Kalau pelaku ekonomi kreatif kuat, dampaknya juga akan kembali kepada perekonomian masyarakat Pati,” pungkasnya.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *