banner 728x250

Teguh Bandang: Gedung Kesenian Baru Jadi Investasi untuk Masa Depan Budaya Pati

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mulai merencanakan pembangunan gedung kesenian baru yang lebih representatif. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menjadi kebutuhan penting bagi para pelaku seni sekaligus investasi jangka panjang dalam menjaga kelestarian budaya daerah.

Bandang mengatakan, saat ini pemerintah memang masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan. Namun demikian, kebutuhan ruang berkesenian juga perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan berikutnya.

“Saya berharap ada gedung kesenian baru, tapi untuk saat ini memang Pak Bupati fokus ke anggaran jalan dan jembatan,” ujar Bandang.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai gedung kesenian yang pernah dimanfaatkan sebelumnya sudah tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan para seniman. Karena itu, ia mengusulkan agar pembangunan gedung baru dapat direalisasikan di kawasan selatan Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan.

“Karena gedung kesenian yang dulu tempatnya kurang memadai, saya berharap ada di selatan Gedung Olahraga (GOR Pesantenan),” katanya.

Menurut Bandang, usulan tersebut lahir dari banyaknya aspirasi yang disampaikan komunitas seni di Kabupaten Pati. Berbagai kelompok kesenian, mulai dari tari tradisional, tayub hingga kelompok gamelan, membutuhkan ruang yang layak untuk berlatih dan mengembangkan kreativitas.

“Aspirasi ini datang langsung dari teman-teman pelaku seni. Mereka membutuhkan tempat yang benar-benar bisa menjadi rumah bersama untuk berkegiatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan gedung kesenian tidak cukup hanya menyediakan bangunan utama. Fasilitas penunjang seperti ruang latihan, panggung pertunjukan, tempat penyimpanan alat kesenian hingga perlengkapan gamelan juga harus menjadi bagian dari perencanaan.

“Kalau kita ingin budaya Pati terus berkembang, maka pemerintah harus mulai menyiapkan fasilitas yang memadai. Gedung kesenian bukan sekadar bangunan, tetapi investasi untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan bisa dinikmati generasi mendatang,” tegas Bandang.

Ia berharap pembangunan gedung kesenian dapat masuk dalam agenda pembangunan daerah ketika kondisi keuangan daerah semakin memungkinkan, sehingga aktivitas seni budaya di Kabupaten Pati dapat berkembang lebih optimal.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *