banner 728x250

Ikut Pentas Wayang Orang, Mbak Ning: Bentuk Nyata Dukungan terhadap Seni Pati

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Upaya melestarikan kesenian tradisional di Kabupaten Pati dinilai membutuhkan keterlibatan langsung dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para wakil rakyat. Hal itu ditunjukkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati atau yang akrab disapa Mbak Ning, dengan ikut tampil dalam Pagelaran Seni Wayang Orang “Ampak-Ampak Ngalengko”.

Mbak Ning yang merupakan anggota DPRD Pati dari Fraksi Golkar tersebut turut ambil bagian dalam pementasan yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (9/8/2026).

Menurut Mbak Ning, keterlibatannya dalam pentas tersebut bukan sekadar untuk meramaikan acara. Ia ingin menunjukkan bahwa kesenian tradisional merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dijaga dan diberi ruang untuk terus berkembang.

“Bagi saya, ikut tampil dalam pentas ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap seni dan budaya Pati. Kita tidak cukup hanya mengatakan cinta budaya, tetapi juga harus mau ikut terlibat dan memberikan ruang agar kesenian daerah terus hidup,” kata Mbak Ning.

Ia mengapresiasi antusiasme para pelaku seni yang terus mempertahankan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, keberadaan pertunjukan seperti wayang orang perlu terus didukung karena memiliki nilai budaya sekaligus menjadi sarana hiburan bagi masyarakat.

Mbak Ning juga menilai keterlibatan pejabat maupun anggota DPRD dalam kegiatan kesenian dapat memberikan pesan positif kepada generasi muda. Kehadiran mereka di atas panggung, menurutnya, menunjukkan bahwa seni tradisional bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan generasi sekarang.

“Anak-anak muda harus melihat bahwa kesenian tradisional itu tidak kuno dan bukan hanya milik orang-orang tertentu. Justru kalau dikemas dengan baik dan banyak pihak ikut terlibat, seni tradisi bisa menjadi sesuatu yang menarik,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seni budaya di Kabupaten Pati dapat digelar secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak komunitas, sekolah, serta generasi muda.

Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional. Karena itu, ruang untuk belajar, berlatih, dan tampil harus terus tersedia.

“Yang paling penting adalah regenerasi. Kita ingin anak-anak muda Pati mengenal budaya daerahnya, kemudian muncul rasa bangga dan akhirnya ada kemauan untuk ikut melestarikannya,” tandas Mbak Ning.

Ia menambahkan, DPRD Pati melalui Komisi D akan terus mendukung kegiatan yang memberikan ruang bagi perkembangan seni dan budaya daerah. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, seniman, dunia pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar kesenian Pati tetap berkembang di tengah perubahan zaman.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *