PATI, redaksinusantara.id – Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Pati, Siti Mastikah, mendorong agar alokasi transfer ke desa dalam RAPBD 2027 dimanfaatkan secara produktif untuk memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.
Dalam rancangan APBD 2027, transfer ke desa direncanakan mencapai Rp579,87 miliar. Besarnya alokasi tersebut dinilai memiliki peluang untuk mendukung pengembangan usaha lokal, memperkuat potensi unggulan desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Siti Mastikah menilai pembangunan desa perlu diarahkan agar tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan administratif dan operasional pemerintahan. Anggaran juga harus memberi ruang bagi kegiatan ekonomi yang dapat menciptakan manfaat berkelanjutan.
“Anggaran desa perlu dimanfaatkan sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Program yang direncanakan sebaiknya mampu memperkuat usaha produktif, membuka peluang kerja, dan membantu masyarakat meningkatkan pendapatan,” demikian pernyataan Siti Mastikah.
Menurutnya, setiap desa memiliki karakteristik dan potensi ekonomi yang berbeda. Karena itu, program pengembangan ekonomi perlu disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia, baik pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, maupun UMKM.
Ia juga mendorong agar pelaksanaan program disertai perencanaan yang jelas dan pengawasan yang memadai. Langkah tersebut diperlukan agar penggunaan anggaran benar-benar sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masyarakat.
Siti Mastikah berharap pemerintah daerah dapat mendorong sinergi antara program kabupaten dan pembangunan desa. Dengan koordinasi yang baik, kegiatan ekonomi di tingkat desa diharapkan dapat berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Kabupaten Pati.
Fraksi PPP menilai penguatan ekonomi pedesaan menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas manfaat pembangunan sekaligus mengurangi kesenjangan kesejahteraan antarwilayah.
(ADV)





















