banner 728x250

Cuaca Jadi Tantangan Petani Tembakau, Kamari Tekankan Persiapan Matang

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Strategi budidaya yang sesuai dengan kondisi lingkungan dinilai menjadi salah satu kunci menjaga produktivitas tembakau di Kabupaten Pati. Perbedaan karakteristik lahan dan perubahan cuaca perlu diperhitungkan petani agar proses penanaman hingga pascapanen dapat berjalan optimal.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Kamari, mengatakan keberhasilan usaha tani tidak terlepas dari kemampuan petani membaca kondisi alam di wilayah masing-masing. Pengalaman menghadapi perubahan cuaca selama musim tanam, menurutnya, perlu dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun pola budidaya berikutnya.

Ia menjelaskan, cuaca panas yang mendukung pengeringan tembakau pada musim panen tahun ini memberikan keuntungan tersendiri bagi petani. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat petani mengabaikan perencanaan jangka panjang, mengingat perubahan cuaca dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman hingga kualitas hasil panen.

“Perencanaan harus dilakukan sejak awal, dengan melihat kondisi tanah, ketersediaan air, penentuan waktu tanam, serta kebutuhan perawatan tanaman. Semua itu perlu disesuaikan dengan keadaan di lapangan agar usaha tani bisa berjalan lebih efektif,” katanya.

Kamari juga menilai pertukaran pengalaman dan informasi antarp etani dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengelola komoditas tembakau. Teknik yang berhasil diterapkan di suatu wilayah dapat menjadi referensi bagi petani di daerah lain, meskipun penerapannya tetap harus mempertimbangkan karakteristik lahan setempat.

Menurutnya, pengembangan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun. Pengalaman tersebut perlu diperkuat dengan informasi teknis dan pendampingan yang sesuai agar petani mampu mengambil keputusan secara lebih tepat.

Karena itu, ia mendorong perangkat daerah terkait untuk memberikan pembinaan yang terarah berdasarkan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi petani. Pendampingan tersebut diharapkan membantu petani mengantisipasi kendala produksi sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan kondisi alam.

Kamari berharap evaluasi terhadap pola budidaya dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga petani memiliki strategi yang lebih baik dalam menghadapi musim tanam mendatang.

“Pengalaman petani merupakan modal penting, tetapi harus terus didukung dengan informasi dan pendampingan yang tepat. Dengan persiapan yang lebih matang, risiko produksi dapat diminimalkan dan hasil pertanian tembakau di Pati bisa lebih terjaga,” pungkasnya.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *