Langkah antisipasi seringkali lebih berharga daripada langkah pengobatan. Hal inilah yang ditekankan oleh Anggota Komisi D DPRD Pati, Didin Syafrudin, dalam menanggapi dinamika pendidikan di Pati. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk tidak hanya menjadi pemadam kebakaran saat terjadi masalah.
Didin menginginkan Disdikbud memiliki instrumen deteksi dini terhadap potensi pelanggaran kebijakan di sekolah. Pengawasan yang dilakukan secara rutin dan menyeluruh diyakini mampu memetakan sekolah-sekolah mana saja yang rawan terjadi penyimpangan kebijakan.
“Pengawasan harus dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Jangan menunggu laporan baru bergerak,” tutur Didin. Menurutnya, proaktifnya pihak dinas akan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola sektor pendidikan secara profesional.
Harapan Didin adalah terciptanya iklim pendidikan di Pati yang bersih dari segala bentuk pungutan liar. Ia berkomitmen untuk terus menyuarakan kepentingan wali murid di gedung dewan agar tidak ada lagi anak-anak di Pati yang terbebani oleh biaya buku yang seharusnya tidak menjadi beban wajib.
(ADV)

















