PATI — Ambisi Kabupaten Pati untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menilai keberhasilan program peningkatan produksi jagung tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga dukungan aktif petani dan tenaga penyuluh pertanian.
Menurut Muslihan, selama ini masih ditemukan kendala koordinasi di lapangan yang menyebabkan sejumlah program pertanian belum berjalan optimal. Karena itu, ia mendorong adanya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan penyuluh agar setiap kebijakan dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan.
Ia menilai ketiga unsur tersebut memiliki peran yang saling melengkapi. Pemerintah bertugas menyiapkan kebijakan dan dukungan anggaran, penyuluh memberikan pendampingan teknis kepada petani, sedangkan petani menjadi ujung tombak dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Keberhasilan program peningkatan produksi jagung membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan tenaga penyuluh. Tanpa kolaborasi yang kuat, target peningkatan produksi akan sulit tercapai,” ujar Muslihan.
Politisi senior itu juga meminta setiap organisasi perangkat daerah yang membidangi sektor pertanian memperkuat koordinasi dengan penyuluh dan kelompok tani sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program. Menurutnya, pola kerja yang terintegrasi akan mempercepat pencapaian target produksi sekaligus mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi petani.
“Jangan sampai program yang sudah disusun dengan baik berhenti di atas kertas karena lemahnya koordinasi. Semua pihak harus memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan hasil panen, menjaga kesejahteraan petani, dan mewujudkan ketahanan pangan daerah,” tambahnya.
Muslihan optimistis, apabila sinergi tersebut terus diperkuat, Kabupaten Pati tidak hanya mampu meningkatkan produksi jagung setiap tahun, tetapi juga menjadi daerah yang mampu menopang kebutuhan jagung di tingkat regional maupun nasional. Ia memastikan Komisi B DPRD Pati akan terus mengawal berbagai kebijakan di sektor pertanian agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para petani.
(ADV)





















