PATI, redaksinusantara.id — Penanganan kekeringan membutuhkan data yang akurat mengenai wilayah dan masyarakat yang terdampak. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pati diminta memperbarui pemetaan daerah rawan kekurangan air sebelum kondisi semakin meluas.
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, mengatakan data menjadi dasar penting untuk menentukan bentuk intervensi pemerintah. Dengan informasi yang jelas, bantuan air bersih maupun pembangunan sarana permanen dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
“Pemerintah perlu memiliki data yang benar-benar diperbarui. Desa mana yang sumurnya mulai mengering, berapa warga yang terdampak, dan bagaimana kondisi sumber airnya harus diketahui,” ujar Ali.
Menurutnya, pemerintah desa dapat dilibatkan secara aktif dalam proses pendataan. Aparat desa dinilai lebih mengetahui kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Ali mengatakan pemetaan juga penting untuk menentukan skala prioritas. Tidak semua daerah memiliki tingkat kerawanan yang sama sehingga pola penanganannya tidak bisa disamaratakan.
“Dengan data yang baik, pemerintah bisa menentukan mana yang harus ditangani segera dan mana yang membutuhkan pembangunan infrastruktur jangka panjang,” jelasnya.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa semakin diperkuat selama musim kemarau. Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat respons apabila jumlah warga yang membutuhkan air bersih terus bertambah.
(ADV)





















