PATI, redaksinusantara.id – Kehidupan masyarakat pesisir sangat bergantung pada akses yang menghubungkan permukiman dengan lokasi aktivitas ekonomi. Karena itu, kualitas jalan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran kegiatan masyarakat di Kecamatan Juwana.
Anggota DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Yeti Kristianti, menyoroti kondisi jalan tanggul di sepanjang Sungai Selok yang berada di perbatasan Desa Langgenharjo dan Desa Bakaran.
Sebagai legislator yang berasal dari Kecamatan Juwana, Yeti menilai persoalan akses di kawasan pesisir perlu mendapat perhatian lebih serius.
“Wilayah pesisir punya karakter aktivitas ekonomi yang khas. Masyarakat membutuhkan akses yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, sehingga kondisi jalan harus benar-benar diperhatikan,” kata Yeti.
Ia mengatakan, jalan tanggul tersebut digunakan masyarakat menuju kawasan tambak. Ketika hujan dan terjadi genangan, mobilitas menjadi lebih sulit, terutama bagi kendaraan yang membawa kebutuhan maupun hasil produksi.
Menurut Yeti, pembangunan jalan di kawasan pesisir sebaiknya tidak menggunakan pendekatan yang sama dengan wilayah lain. Faktor air dan genangan harus menjadi bagian dari perencanaan.
“Kalau jalannya berada di kawasan yang rawan tergenang, tentu harus dipikirkan konstruksi yang lebih kuat. Jangan sampai baru diperbaiki sebentar kemudian rusak lagi,” ujarnya.
Ia mendorong agar pembangunan rabat beton dikaji sebagai solusi jangka panjang. Selain meningkatkan aksesibilitas, kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
Yeti berharap pemerintah daerah segera melakukan survei dan menyusun kebutuhan pembangunan secara terukur.
“Pembangunan infrastruktur pesisir harus sejalan dengan kebutuhan masyarakatnya. Jalan yang baik akan memudahkan aktivitas warga dan membantu roda ekonomi tetap bergerak,” tandasnya.
(ADV)





















