PATI, redaksinusantara.id — Wajah politik akan terus berubah mengikuti generasi. Karena itu, keberadaan kader muda tidak cukup hanya ditempatkan sebagai pelengkap dalam struktur organisasi.
Anggota DPRD Pati dari Fraksi PKB, Hilal Muharom, menilai regenerasi harus memberikan ruang nyata bagi generasi muda untuk belajar sekaligus mengambil keputusan.
“Kader muda jangan hanya diajak hadir dalam kegiatan. Mereka harus diberi ruang untuk berproses, menyampaikan gagasan dan mengambil tanggung jawab,” ujar Hilal.
Menurutnya, generasi muda memiliki tantangan politik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Perubahan teknologi, pola komunikasi masyarakat, hingga cara generasi baru mendapatkan informasi membuat partai harus mampu beradaptasi.
Karena itu, kaderisasi harus menjadi proses yang dinamis.
“Anak muda hari ini berkomunikasi dengan cara yang berbeda. Partai harus bisa memahami perubahan itu tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang sudah dibangun,” katanya.
PKB Pati tengah melakukan regenerasi struktur di tingkat kecamatan melalui pembentukan kepengurusan DPAC masa bakti 2026–2031. Proses tersebut mencakup 21 kecamatan dan sebelumnya melalui tahapan uji kompetensi dan kelayakan calon ketua PAC.
Hilal menilai angka tersebut menunjukkan besarnya ruang yang dapat digunakan untuk membangun kaderisasi dari bawah.
Namun, ia mengingatkan bahwa regenerasi tidak cukup hanya menghadirkan pengurus baru. Kader harus mendapatkan pendidikan politik dan pengalaman organisasi.
“Kita ingin kader muda bukan hanya menjadi pengurus di atas kertas. Mereka harus benar-benar memahami organisasi, memahami masyarakat dan memiliki kemampuan ketika suatu saat mendapatkan amanah lebih besar,” ujarnya.
Sebagai anggota legislatif, Hilal juga melihat pentingnya memberikan contoh kepada kader muda melalui kerja politik yang konkret.
Menurutnya, kaderisasi akan lebih efektif apabila generasi muda dapat melihat langsung bagaimana aspirasi masyarakat diperjuangkan melalui lembaga DPRD.
“Pada akhirnya kader harus kembali kepada masyarakat. Politik itu bukan sekadar jabatan, tetapi bagaimana kita memberikan manfaat,” pungkasnya.
(ADV)





















