PATI, redaksinusantara.id – Anggota Komisi A DPRD Pati, Adam Maulana, menilai rencana kenaikan insentif RT dan RW dapat menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap pengurus lingkungan yang selama ini membantu pelayanan masyarakat.
Menurutnya, tugas RT dan RW sering kali bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga sehari-hari.
“Pengurus RT dan RW bekerja di tengah masyarakat dan menghadapi persoalan warga secara langsung. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan mereka memang perlu ditingkatkan,” kata Adam.
Ia mencontohkan, berbagai informasi dan kebutuhan masyarakat kerap disampaikan melalui RT maupun RW sebelum diteruskan kepada pemerintah desa.
Dalam kesepakatan audiensi PKDI dengan Pemkab dan DPRD Pati, insentif RT dan RW naik Rp500 ribu, dari Rp1 juta menjadi Rp1,5 juta per tahun.
Jika dihitung rata-rata per bulan, nominal tersebut meningkat dari sekitar Rp83 ribu menjadi Rp125 ribu.
Adam mengatakan kenaikan 50 persen tersebut perlu dipandang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi pengurus RT dan RW, meskipun besaran tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan daerah.
“Yang penting ada peningkatan dibanding sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa aspirasi mengenai kesejahteraan pengurus RT dan RW mendapat perhatian,” ujarnya.
Ia juga meminta agar pemerintah desa terus membangun komunikasi dengan RT dan RW sehingga berbagai persoalan di masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
“Jangan hanya soal insentif. Penguatan kapasitas, komunikasi dan koordinasi juga penting agar RT dan RW bisa menjalankan tugasnya secara maksimal,” tandas Adam.
(ADV)





















