PATI, redaksinusantara.id – Upaya meningkatkan efektivitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati dapat dilakukan melalui penataan dan konsolidasi paket pekerjaan. Langkah tersebut dinilai mampu membuat pelaksanaan proyek lebih efisien apabila dilakukan berdasarkan perhitungan yang matang.
Anggota Komisi C DPRD Pati, Miftahul Abid, mengatakan konsolidasi paket menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan program Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati.
Menurutnya, penggabungan sejumlah pekerjaan harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan teknis, pengawasan, hingga target penyelesaian proyek.
“Kalau ada beberapa pekerjaan yang memang bisa dikonsolidasikan, tentu harus dihitung dengan baik supaya pelaksanaannya lebih efektif,” katanya.
Miftahul menjelaskan, konsolidasi tidak sebatas menyatukan beberapa paket pekerjaan menjadi satu. Harus ada tujuan yang jelas mengenai efisiensi yang ingin dicapai dari langkah tersebut.
“Yang penting bukan sekadar paketnya digabung. Kita harus tahu apa efisiensinya, bagaimana pengawasannya, dan apakah target pekerjaannya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Hal tersebut menjadi perhatian setelah Komisi C melakukan rapat koordinasi bersama jajaran DPUTR Pati. Dalam pertemuan itu, DPRD mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah kegiatan murni APBD 2026 yang masih berada dalam proses konsolidasi.
Miftahul menilai proses tersebut tetap harus dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan pengadaan serta standar kualitas pekerjaan. Efisiensi, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan mutu hasil pembangunan.
“Efisiensi anggaran itu penting, tetapi jangan sampai mengurangi kualitas pekerjaan. Keduanya harus berjalan bersama,” jelasnya.
Selain itu, ia meminta DPUTR memastikan setiap pekerjaan yang telah masuk dalam perencanaan memiliki target waktu yang terukur. Kejelasan perencanaan dinilai akan memudahkan proses pelaksanaan sekaligus pengawasan di lapangan.
“Kalau perencanaan sudah matang, pelaksanaan di lapangan akan lebih mudah dikontrol,” katanya.
Komisi C selanjutnya akan melihat hasil penerapan konsolidasi melalui perkembangan pekerjaan hingga penghujung tahun anggaran. Evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi bahan untuk memperbaiki pola perencanaan pembangunan pada tahun berikutnya.
“Kita lihat hasil akhirnya. Kalau lebih efektif dan kualitasnya tetap terjaga, tentu itu menjadi evaluasi positif untuk perencanaan berikutnya,” pungkasnya.
(ADV)





















