banner 728x250

Bibit Lokal Belum Dimanfaatkan Optimal, DPRD Minta Pemda Perkuat Pendampingan

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Program pengembangan nila salin di Kabupaten Pati dinilai masih perlu mendapatkan pendampingan lebih serius dari pemerintah daerah. Pasalnya, keberadaan program dan bibit lokal belum sepenuhnya diikuti oleh pemanfaatan secara luas di kalangan petambak.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Yeti, mengatakan pemerintah perlu melihat kembali pelaksanaan program tersebut dari sisi kebutuhan masyarakat di lapangan. Menurutnya, program perikanan tidak akan memberikan hasil maksimal apabila hanya berhenti pada tahap pengenalan atau peluncuran.

“Program yang bagus harus dikawal sampai petambak benar-benar bisa menjalankannya. Jangan sampai bibit unggul sudah disiapkan, tetapi petambak masih kesulitan mendapatkan pendampingan ketika masuk ke tahap budidaya,” ujar Yeti.

Ia menilai pendampingan menjadi bagian penting karena setiap petambak memiliki kondisi tambak dan kemampuan teknis yang berbeda. Pemerintah perlu memastikan ada tenaga yang secara rutin membantu ketika masyarakat menghadapi kendala dalam pembibitan maupun pembesaran nila salin.

Selain persoalan teknis, Yeti juga mendorong adanya evaluasi berkala untuk mengetahui sejauh mana bibit lokal telah digunakan oleh petambak. Evaluasi tersebut dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebutuhan pelatihan maupun fasilitas tambahan.

“Harus ada evaluasi yang jelas. Kita ingin tahu apa kendalanya, apakah soal akses bibit, pengetahuan petambak, indukan atau sarana pembenihan. Dari situ pemerintah bisa menentukan intervensi yang tepat,” jelasnya.

Menurut Yeti, pengembangan nila salin seharusnya tidak hanya berorientasi pada produksi ikan, tetapi juga membangun kemandirian petambak dari sisi penyediaan bibit.

Ia berharap dinas terkait memperkuat komunikasi dengan kelompok-kelompok pembudidaya agar persoalan yang muncul di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Bibit lokal akan sulit berkembang kalau tidak ada pendampingan yang konsisten. Pemerintah harus hadir dari awal sampai petambak berhasil. Kalau pendampingannya kuat, program ini bisa benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat tambak Pati,” tandas Yeti.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *