banner 728x250

Teguh Bandang: Pelestarian Budaya Pati Harus Dilakukan Bersama

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Pelestarian seni dan budaya Kabupaten Pati dinilai membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyebut keberlangsungan kesenian daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun para seniman.

Hal tersebut disampaikan Bandang menanggapi dorongan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra yang ingin kesenian dan budaya Pati semakin dikenalkan kepada generasi muda, termasuk melalui sekolah.

Bandang mengatakan, pemerintah, DPRD, dunia pendidikan, seniman, komunitas budaya, hingga masyarakat perlu memiliki kepedulian yang sama terhadap keberadaan kesenian tradisional.

“Budaya itu milik kita bersama. Pemerintah bisa membuat program, DPRD bisa memberikan dukungan, tetapi masyarakat dan generasi muda juga harus ikut menjadi bagian dari pelestariannya,” ujar Bandang.

Menurutnya, berbagai kegiatan pertunjukan seni yang digelar di Pati harus dipandang sebagai ruang untuk menjaga kesinambungan budaya. Kegiatan tersebut bukan semata-mata hiburan, melainkan juga sarana mempertemukan generasi muda dengan kesenian yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat.

Ia mencontohkan keterlibatannya secara langsung dalam Pagelaran Wayang Orang “Ampak-Ampak Ngalengko” dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pendopo Kabupaten Pati.

Bandang turut tampil dalam pertunjukan tersebut. Baginya, keterlibatan langsung merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap upaya menghidupkan kembali ruang-ruang kesenian di daerah.

“Ketika kita ikut tampil, setidaknya kita menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat. Ini bukan hanya urusan seniman, tetapi siapa pun bisa ikut mengambil bagian untuk meramaikan dan menjaga budaya Pati,” katanya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya juga harus diikuti dengan pemberian ruang yang cukup kepada para pelaku seni. Semakin banyak panggung dan kesempatan tampil, menurutnya, semakin besar pula peluang kesenian lokal berkembang sekaligus menarik perhatian generasi muda.

Bandang berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Pati dapat menjadi salah satu penggerak untuk memperbanyak kegiatan seni dan budaya di berbagai ruang publik.

“Jangan sampai kesenian hanya muncul ketika ada peringatan tertentu. Kita perlu membuat kegiatan yang berkelanjutan supaya seniman punya ruang berkarya dan masyarakat, terutama anak-anak muda, semakin sering melihat serta mengenal budaya daerahnya sendiri,” tandasnya.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *