banner 728x250

DPRD Pati Dorong Pengendara Kurangi Kecepatan di Jalur Rawan Laka

banner 120x600
banner 468x60

PATI — DPRD Kabupaten Pati mendorong pengendara untuk lebih disiplin dalam mengatur kecepatan saat melintas di jalur yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan tinggi. Imbauan tersebut disampaikan setelah adanya pemasangan polisi tidur di dua titik rawan kecelakaan.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Suharmanto, mengatakan pengendalian kecepatan menjadi salah satu kunci penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan, khususnya di kawasan persimpangan yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi.

Dua titik yang menjadi perhatian berada di perempatan jalur Desa Sokopuluhan–Winong dan Desa Triguno–Sembaturagung. Menurutnya, kondisi kedua jalur tersebut membutuhkan kewaspadaan lebih dari para pengguna jalan.

“Ketika melintas di jalur yang sudah diketahui rawan kecelakaan, pengendara harus lebih sadar untuk mengurangi kecepatan. Jangan sampai merasa jalan kosong lalu memacu kendaraan tanpa memperhitungkan kondisi persimpangan,” ujar Suharmanto.

Politisi Partai Demokrat tersebut menilai pemasangan polisi tidur dapat membantu membentuk kebiasaan pengendara untuk memperlambat laju kendaraan. Namun, keberadaan fasilitas tersebut tetap harus diiringi dengan kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan.

Ia menyebut kecelakaan di dua lokasi tersebut bukan persoalan yang muncul sekali. Bahkan, sebelumnya pernah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia sehingga kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama.

“Pengendara harus memahami bahwa ada alasan kenapa di titik itu dipasang pengendali kecepatan. Artinya, kawasan tersebut membutuhkan kehati-hatian lebih dibandingkan ruas jalan biasa,” katanya.

Suharmanto berharap masyarakat tidak hanya berhati-hati ketika melewati polisi tidur, tetapi juga mulai membangun kebiasaan berkendara yang aman sejak sebelum memasuki kawasan persimpangan.

Menurutnya, mengurangi kecepatan tidak akan banyak mengganggu waktu perjalanan, tetapi dapat memberikan kesempatan lebih besar kepada pengendara untuk bereaksi apabila muncul kendaraan lain dari arah berlawanan.

“Lebih baik terlambat beberapa menit daripada harus berhadapan dengan risiko kecelakaan. Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama setiap kali seseorang berada di jalan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Kabupaten Pati yang memasang fasilitas pengendali kecepatan tersebut. Suharmanto berharap langkah serupa dapat dilakukan apabila ditemukan titik lain yang memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi.

Selain pembangunan fasilitas keselamatan, ia menekankan pentingnya edukasi dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Menurutnya, keselamatan jalan hanya dapat terwujud apabila infrastruktur yang memadai berjalan beriringan dengan perilaku pengendara yang tertib.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *