PATI, redaksinusantara.id — DPRD Kabupaten Pati meminta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) meningkatkan pendampingan kepada petani yang mulai beralih menanam palawija akibat kemarau panjang.
Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, mengatakan perubahan komoditas membutuhkan pengetahuan teknis agar petani mampu mendapatkan hasil maksimal.
“Petani yang biasanya menanam padi kemudian beralih ke kedelai atau kacang-kacangan tentu membutuhkan penyesuaian. Di sinilah peran PPL harus benar-benar terasa,” kata Kastomo.
Ia menyebut wilayah Pucakwangi, Jaken, Jakenan, dan Winong menjadi sejumlah kawasan yang petaninya mulai menyesuaikan pola tanam karena keterbatasan air.
Menurut Kastomo, penyuluh dapat memberikan informasi terkait pemilihan varietas, pengolahan tanah, pemupukan hingga pengendalian hama.
“Jangan hanya memberikan teori. Penyuluh harus melihat kondisi lahan dan memberikan solusi yang memang bisa diterapkan petani,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah memperkenalkan varietas palawija yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap kondisi kering.
“Kalau varietasnya tepat dan teknik budidayanya benar, peluang hasilnya tentu lebih baik. Petani juga tidak terlalu khawatir ketika menghadapi musim kering,” jelas Kastomo.
Ia meminta pendampingan dilakukan secara berkelanjutan hingga petani memasuki masa panen.
(ADV)





















