banner 728x250

Hardi Dorong Kuliner Desa Dikembangkan Jadi Kekuatan Ekonomi Lokal

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Potensi kuliner yang tumbuh di berbagai desa di Kabupaten Pati dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk unggulan sekaligus sumber penggerak ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, mengatakan setiap desa memiliki karakteristik dan kekayaan lokal yang berbeda. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah makanan serta berbagai produk olahan yang selama ini dibuat oleh masyarakat setempat.

Menurutnya, masih banyak kuliner desa yang hanya dikenal di lingkungan sekitar. Padahal, apabila dikelola dengan baik dan mendapat dukungan promosi, produk tersebut berpeluang memiliki pasar yang lebih luas.

“Jangan sampai potensi kuliner di desa hanya dikenal oleh warga sekitar. Kalau dikelola dan dipromosikan dengan baik, bisa menjadi produk unggulan desa,” ujar Hardi.

Ia mendorong pemerintah desa bersama kelompok masyarakat dan pelaku UMKM untuk mulai memetakan berbagai produk kuliner yang memiliki prospek pengembangan. Pemetaan tersebut diperlukan agar produk yang dipilih benar-benar memiliki potensi untuk diproduksi dan dipasarkan secara berkelanjutan.

Hardi menyebut sejumlah aspek perlu diperhatikan, mulai dari ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi, kualitas produk hingga kondisi pasar. Menurutnya, pengembangan kuliner tidak cukup hanya mengandalkan cita rasa, tetapi juga membutuhkan perencanaan usaha yang matang.

“Kalau ingin menjadi produk unggulan, harus dipikirkan dari hulu sampai hilir. Bahan bakunya tersedia, produksinya konsisten, kualitasnya terjaga dan pasarnya jelas,” jelasnya.

Ia berharap pengembangan potensi tersebut dapat melahirkan lebih banyak produk kuliner dari desa-desa di Pati yang mampu bersaing dan menjangkau konsumen di luar wilayah.

Hardi menambahkan, penguatan ekonomi desa tidak harus bergantung pada sektor pertanian. Potensi kuliner dan olahan pangan juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

“Ekonomi desa tidak harus selalu berbicara soal pertanian. Kuliner juga bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat apabila dikembangkan secara serius,” tandas Hardi.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *