JAKARTA – Munculnya klaim sepihak dari Gus Muda Ahmad Fakhier terkait keterlibatannya dalam proses pembebasan Moses dari Polda Metro Jaya (PMJ) kini berkembang menjadi wacana penting mengenai transparansi dan etika publik. Pernyataan yang disampaikan Fakhier melalui ruang digital tersebut dinilai tidak sejalan dengan realita di lapangan, sehingga memicu gelombang penolakan dari berbagai elemen masyarakat.
Sengketa narasi ini berawal dari unggahan fitur Story di akun Instagram @ahmadfakhier. Dalam unggahan tersebut, Fakhier membangun narasi bahwa ia memiliki kontribusi penting dalam mengupayakan keluarnya Moses dari PMJ. Sebagai penguat klaimnya, ia mempublikasikan potongan percakapan pribadi (personal chat) dengan salah satu tokoh politik. Unggahan inilah yang kemudian memicu kecaman terbuka karena dianggap sebagai upaya pencitraan yang tidak didukung oleh fakta presensi fisik selama proses penanganan berlangsung.
Respon keras langsung dilayangkan oleh Koalisi Pohon Rindang melalui media sosial. Mereka secara terbuka mempertanyakan kebenaran klaim Fakhier dan melabelinya dengan sebutan keras seperti “tukang klaim”, “pemecah gerakan rakyat”, hingga dinilai menunjukkan sikap narsistik. Dalam pamflet kritiknya, Koalisi Pohon Rindang menyebarkan tangkapan layar percakapan lain yang menantang keberadaan Fakhier sewaktu Moses berada di PMJ—menegaskan bahwa klaim pendampingan seharusnya dibuktikan dengan kehadiran nyata, bukan sekadar narasi di media sosial.
Lebih lanjut, Koalisi Pohon Rindang menuding bahwa tindakan Fakhier merupakan bentuk pemanfaatan momentum untuk meningkatkan popularitas pribadi sekaligus berpotensi mengadu domba antar-pihak di dalam gerakan masyarakat. Pamflet perlawanan yang disebarkan pun secara tegas memuat seruan “Buka Topengnya! Lawan Pemecah Belah!” sebagai wujud penolakan atas tindakan yang dianggap mencederai nilai-nilai kejujuran kolektif tersebut.
Hingga saat ini, publik masih menunggu pertanggungjawaban informasi dan klarifikasi resmi dari Fakhier guna meluruskan polemik yang telanjur gaduh ini. Namun, Fakhier belum memberikan pernyataan atau penjelasan apa pun kepada publik. Pemilik akun Instagram @ahmadfakhier tersebut justru memilih untuk membatasi dan menutup akun pribadinya dari akses netizen.





















