PATI – Sejumlah arsip dan foto lama Kabupaten Pati dipamerkan dalam Festival Literasi Pati di GOR Pesantenan. Kehadiran pameran tersebut tidak hanya menjadi pelengkap festival, tetapi juga dinilai dapat menjadi media pembelajaran sejarah bagi generasi muda.
Anggota Komisi A DPRD Pati, Danu Ikhsan HC, mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan kesempatan untuk melihat langsung jejak perjalanan daerahnya.
“Arsip bukan sekadar dokumen lama. Di dalamnya ada cerita tentang perjalanan Pati. Ketika anak-anak melihat foto dan arsip secara langsung, mereka bisa lebih mudah memahami bagaimana daerah ini berkembang,” tutur Danu.
Ia menilai pengenalan sejarah daerah penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kabupaten Pati. Terlebih, perkembangan zaman membuat generasi muda semakin jauh dari berbagai dokumentasi sejarah lokal.
Festival Literasi Pati dibuka pada Rabu (19/8) oleh Asisten II Setda Pati, Nasikun. Pembukaan turut dihadiri Plt Bunda Literasi Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra.
Selain pameran arsip, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan, termasuk bedah buku, workshop mendongeng, pelatihan membuat komik serta lomba menggambar tingkat SD.
Danu berharap pameran arsip daerah dapat terus dikembangkan dalam kegiatan serupa.
“Kalau dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif, arsip daerah bisa menjadi bahan belajar yang menarik. Anak-anak tidak hanya membaca sejarah, tetapi juga melihat bukti perjalanan daerahnya,” jelasnya.
(ADV)





















