PATI — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pati menjadi lebih bermakna dengan hadirnya sejumlah pelajar berprestasi. Mereka mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Pati setelah berhasil mengukir prestasi dalam berbagai kompetisi hingga tingkat nasional dan internasional.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI di Alun-alun Pati. Para penerima berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan bidang prestasi yang beragam.
Bagi DPRD Pati, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan atas keberhasilan siswa. Momentum tersebut dinilai dapat menjadi titik awal untuk memperkuat sistem pembinaan prestasi pelajar secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Anggota Komisi D DPRD Pati menilai, pembinaan tidak boleh hanya dilakukan ketika seorang siswa sudah menunjukkan prestasi. Potensi anak perlu dipetakan sejak lingkungan sekolah, kemudian diarahkan melalui latihan dan pendampingan hingga mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
“Pembinaan harus dimulai dari bawah dan dilakukan secara berjenjang. Anak yang memiliki potensi perlu dikenali sejak sekolah, kemudian diberikan pendampingan agar kemampuannya terus berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pelajar menembus kompetisi nasional maupun internasional membutuhkan proses yang tidak singkat. Karena itu, sekolah, pemerintah, guru, orang tua, dan pihak terkait perlu memiliki pola pembinaan yang saling mendukung.
Ia juga mendorong agar sekolah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik. Bakat di bidang olahraga, seni, teknologi, maupun berbagai bidang lainnya juga perlu mendapatkan ruang yang cukup untuk berkembang.
“Jangan sampai kita baru memberikan perhatian ketika anak sudah menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan proses pembinaan supaya semakin banyak anak yang berpeluang menjadi juara,” katanya.
Menurutnya, penghargaan yang diberikan Pemkab Pati dapat menjadi penyemangat bagi para pelajar sekaligus pemicu bagi sekolah untuk lebih aktif mengembangkan potensi peserta didiknya.
Pembinaan yang konsisten, lanjutnya, diharapkan mampu menciptakan regenerasi. Dengan demikian, prestasi pelajar Pati tidak hanya muncul sesekali, tetapi dapat terus berlanjut dan semakin banyak membawa nama daerah di berbagai ajang.
“Target kita tentu bukan hanya mempertahankan prestasi yang sudah ada, tetapi bagaimana dari pembinaan ini lahir lebih banyak anak Pati yang mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
(ADV)





















