PATI – Dalam menghadap persaingan komoditas pangan yang makin ketat di tingkat regional maupun nasional, sektor pertanian Kabupaten Pati dituntut untuk terus berbenah. Penerapan inovasi teknologi di tingkat pascapanen menjadi syarat wajib agar produk lokal mampu merajai pasar.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto. Ia menilai kualitas fisik dan kadar air komoditas pangan seperti jagung sangat menentukan tingkat penerimaan industri pakan maupun pasar grosir nasional.
“Persaingan pasar saat ini sangat mengedepankan konsistensi mutu. Komoditas jagung dari Pati harus memiliki standar kualitas yang stabil agar sanggup bersaing dengan pasokan dari daerah lain,” terang Sudi.
Ia menambahkan, ketergantungan pada metode penjemuran alami membuat pasokan jagung Pati rentan mengalami fluktuasi mutu, terutama saat musim penghujan. Kehadiran teknologi pengering modern menjadi jawaban konkret atas tantangan iklim dan cuaca yang tak tentu.
Oleh karena itu, Sudi berharap pemerintah daerah tidak ragu mengalokasikan anggaran untuk penguatan fasilitas pengolahan pascapanen. Sinergi antara teknologi modern dan kerja keras petani dipercaya mampu mendongkrak reputasi jagung Pati di tingkat nasional.
“Ketika produk pertanian kita diakui unggul dari segi kualitas, dengan sendirinya pembeli yang akan mencari petani kita. Inilah arah pembangunan pertanian yang ingin kita capai di Kabupaten Pati,” tandasnya.
(ADV)





















