banner 728x250

Warsiti Ingin Jeruk Pamelo Pati Tembus Pasar Lebih Luas

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id — Pengembangan jeruk Pamelo sebagai komoditas unggulan Kabupaten Pati dinilai perlu dibarengi dengan strategi pemasaran yang lebih kuat. Perluasan pasar dianggap penting agar hasil pertanian petani tidak hanya terserap di wilayah lokal, tetapi juga mampu menjangkau konsumen di luar daerah.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Warsiti, mengatakan kualitas hasil panen harus ditopang dengan akses pasar yang memadai. Menurutnya, keberhasilan petani dalam meningkatkan produksi akan kurang optimal apabila tidak diikuti dengan kepastian pemasaran.

“Produksi dan pemasaran harus berjalan beriringan. Jangan sampai petani mampu menghasilkan Pamelo yang berkualitas, tetapi masih kesulitan menemukan pasar,” kata Warsiti.

Ia mendorong Pemkab Pati mengambil peran dalam memperluas jejaring pemasaran. Kelompok tani dapat difasilitasi untuk menjalin kerja sama dengan distributor, pelaku usaha, pusat oleh-oleh maupun jaringan ritel.

Selain distribusi, Warsiti menilai penampilan produk juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kemasan yang menarik serta identitas khas Pamelo Pati dinilai dapat membantu meningkatkan daya saing ketika produk dipasarkan ke wilayah yang lebih luas.

“Kalau target pasarnya semakin luas, kemasan dan identitas produk juga harus diperkuat. Tampilan menjadi salah satu hal yang dilihat konsumen sebelum memilih produk,” jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital juga dapat menjadi alternatif untuk memperluas jangkauan pemasaran. Media sosial dan platform perdagangan daring memungkinkan produk dikenalkan langsung kepada calon pembeli di berbagai daerah.

Warsiti mengatakan pemasaran melalui kanal digital dapat mengurangi ketergantungan terhadap pola perdagangan konvensional. Petani maupun kelompok usaha dapat membangun pasar baru tanpa hanya menunggu konsumen datang ke sentra produksi.

“Jangan hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung. Pamelo Pati harus punya peluang untuk dipasarkan ke luar daerah, dan teknologi digital bisa dimanfaatkan untuk membuka akses tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar perluasan pasar diikuti dengan kemampuan menjaga ketersediaan produk. Kontinuitas pasokan menjadi penting agar konsumen dan mitra usaha tetap mendapatkan produk dengan jumlah serta kualitas yang relatif stabil.

Warsiti berharap pemerintah daerah dapat menyusun pola pemasaran yang melibatkan petani, pelaku UMKM dan jaringan distribusi secara bersama-sama. Dengan ekosistem tersebut, pengembangan Pamelo diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Produksi, kualitas, kemasan dan pemasaran harus saling mendukung. Kalau akses pasarnya semakin kuat, petani juga akan semakin terdorong untuk meningkatkan produksinya,” pungkasnya.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *