PATI, redaksinusantara.id – Penanganan kekeringan di Kabupaten Pati dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat, kondisi kesehatan warga di daerah terdampak juga perlu mendapat perhatian selama musim kemarau.
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, meminta pemerintah meningkatkan pemantauan kesehatan di wilayah yang mengalami keterbatasan air. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kering dalam waktu cukup panjang dapat membawa dampak lain bagi masyarakat.
“Penanganan kekeringan jangan hanya berbicara mengenai distribusi air bersih. Kesehatan masyarakat di wilayah terdampak juga harus menjadi perhatian,” kata Eko.
Berdasarkan data BPBD Pati, kekeringan pada 2026 telah berdampak terhadap 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Luasnya wilayah terdampak tersebut dinilai membutuhkan penanganan yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan.
Eko mengatakan, Puskesmas memiliki posisi penting karena menjadi fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Pemantauan melalui Puskesmas diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keluhan kesehatan yang mulai muncul di daerah terdampak kekeringan.
“Puskesmas berada dekat dengan masyarakat. Informasi dari lapangan harus bisa diterima dengan cepat sehingga apabila ada keluhan kesehatan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia pun mendorong komunikasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa terus diperkuat. Koordinasi tersebut diperlukan agar langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Di sisi lain, Eko mengimbau masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Menurutnya, konsultasi lebih awal dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
“Kalau muncul keluhan kesehatan, segera konsultasikan kepada tenaga medis. Jangan menunggu sampai kondisinya semakin berat,” tuturnya.
Eko menambahkan, upaya pencegahan dan penanganan sejak awal menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak kemarau. Dengan pemantauan yang lebih aktif, pemerintah diharapkan dapat mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus merespons persoalan kesehatan di wilayah terdampak secara lebih cepat.
(ADV)





















