banner 728x250

Hardi Apresiasi Polresta Pati Turut Salurkan Bantuan Air Bersih

banner 120x600
banner 468x60

PATI , redaksinusantara.id – Upaya membantu masyarakat menghadapi kekurangan air bersih di Kabupaten Pati dinilai membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya pemerintah, unsur kepolisian, organisasi masyarakat hingga kelompok politik juga dapat mengambil peran untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

Wakil Ketua DPRD Pati Hardi mengapresiasi langkah Polresta Pati yang ikut menyalurkan air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi respons penting karena kebutuhan air merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi.

“Saya setelah melihat TikTok-nya Pak, Polresta Pati, ini juga melakukan dropping air bersih. Ini bagus karena kebutuhan masyarakat memang harus segera dibantu,” ujarnya.

Hardi mengatakan, kondisi kekeringan di lapangan membutuhkan penanganan secara bersama-sama. Keterbatasan sumber daya membuat persoalan tersebut tidak cukup jika hanya dibebankan kepada satu pihak.

Karena itu, pemerintah, aparat keamanan, organisasi sosial, maupun partai politik diharapkan dapat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Semakin banyak pihak yang bergerak, semakin luas pula masyarakat yang dapat dijangkau.

Hardi juga menyampaikan bahwa Partai Gerindra berencana melakukan penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami dampak kekeringan.

“Insyaallah dari Partai Gerindra juga akan melakukan dropping air bersih. Kita ingin ikut membantu mengurangi beban masyarakat yang kekurangan air,” katanya.

Menurut Hardi, distribusi air memang belum dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekeringan secara menyeluruh. Namun, dalam situasi darurat, bantuan tersebut sangat dibutuhkan sembari pemerintah menyiapkan langkah yang bersifat permanen.

Ia meminta penyaluran air dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan. Wilayah dengan kondisi kekurangan air paling parah perlu mendapat perhatian lebih agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

“Ini sifatnya membantu kebutuhan sekarang. Kalau masyarakat kekurangan air, tentu tidak bisa kita suruh menunggu sampai sumber air permanen dibangun. Jadi dropping tetap perlu sambil kita memikirkan solusi jangka panjang,” jelasnya.

Di samping penanganan darurat, Hardi kembali menekankan pentingnya pembangunan sumber air permanen. Menurutnya, distribusi menggunakan tangki dan penguatan infrastruktur penyediaan air harus berjalan bersamaan.

Dengan pola tersebut, kebutuhan warga selama musim kemarau dapat tetap dipenuhi, sementara pemerintah memiliki waktu untuk membangun sistem penyediaan air yang lebih berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan tangki.

“Semua pihak bisa mengambil bagian. Yang penting masyarakat yang terdampak jangan sampai merasa menghadapi kekeringan sendirian,” tegas Hardi.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *