PATI, redaksinusantara.id – Gangguan produksi garam akibat rendahnya pasang air laut di Kecamatan Batangan dinilai perlu ditangani berdasarkan data yang jelas.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Golkar, Nanda Yahya, meminta pemerintah melakukan pendataan terhadap kawasan tambak yang terdampak kemarau panjang.
“Kalau kita bicara bantuan atau intervensi, harus jelas dulu petanya. Berapa lahan yang terdampak, berapa petani yang tidak produksi, dan apa penyebab utamanya,” kata Nanda.
Menurutnya, data tersebut penting agar kebijakan pemerintah tidak bersifat umum. Setiap kawasan tambak bisa memiliki persoalan berbeda, sehingga bentuk penanganannya juga perlu disesuaikan.
Kabupaten Pati memiliki ribuan hektare lahan produksi garam yang tersebar di sejumlah wilayah pesisir. Batangan menjadi salah satu kawasan yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi garam.
Nanda mendorong pemerintah melakukan pemetaan saluran air menuju kawasan tambak, termasuk mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan normalisasi maupun pompa.
“Kalau data sudah lengkap, pemerintah bisa menentukan prioritas. Tidak semua lokasi tentu membutuhkan penanganan yang sama,” ujarnya.
Selain persoalan produksi, Nanda juga meminta pemerintah memperhatikan aspek pemasaran dan harga garam.
“Petani harus mendapatkan kepastian bahwa hasil produksinya memiliki pasar dan harga yang layak,” katanya.
Ia berharap pendataan tersebut dapat menjadi dasar penyusunan program pemerintah untuk memperkuat sektor garam rakyat di Pati.
(ADV)





















