banner 728x250

Bambang Susilo Soroti Jalan Tanggul Sungai Selok Dibangun Lebih Tahan Genangan

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Penanganan jalan tanggul di sepanjang Sungai Selok, Kecamatan Juwana, dinilai perlu diarahkan pada pembangunan yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan. Perbaikan permukaan secara berulang dikhawatirkan tidak menyelesaikan persoalan jika faktor genangan masih menjadi kendala utama.

Ruas jalan yang berada di antara Desa Langgenharjo dan Desa Bakaran tersebut hingga kini masih berupa tanah. Ketika hujan turun, sejumlah bagian jalan mudah tergenang sehingga kondisi akses menjadi kurang nyaman bagi masyarakat.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, mengatakan pemerintah perlu mengevaluasi metode pembangunan yang akan diterapkan agar kerusakan serupa tidak terus berulang.

“Kalau jalan sudah pernah diaspal tetapi kembali rusak karena genangan, kita harus mengevaluasi model penanganannya. Jangan sampai anggaran kembali keluar untuk memperbaiki kerusakan yang sama,” kata Bambang.

Menurutnya, kualitas konstruksi harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pembangunan infrastruktur. Jenis material dan desain jalan perlu disesuaikan dengan karakter kawasan agar umur layanan infrastruktur dapat lebih panjang.

Bambang menyebut rabat beton bisa menjadi salah satu opsi untuk memperkuat jalan tanggul tersebut. Namun, ia menegaskan pemilihan konstruksi tetap perlu didasarkan pada hasil kajian teknis dan kondisi aktual di lapangan.

“Yang kita dorong bukan sekadar jalan cepat selesai. Yang penting jalan tersebut mampu bertahan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta instansi teknis melakukan penilaian secara menyeluruh, termasuk dengan mempertimbangkan kondisi jalan saat musim hujan. Riwayat genangan serta karakteristik lingkungan sekitar dinilai penting dalam menentukan desain yang tepat.

Bambang berharap perencanaan pembangunan dilakukan secara matang sehingga anggaran yang dialokasikan tidak habis untuk penanganan kerusakan yang sama secara berulang. Menurutnya, pembangunan dengan konstruksi yang tepat sejak awal juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran daerah.

“Kalau konstruksinya tepat sejak awal, pemerintah tidak perlu terlalu sering mengeluarkan biaya untuk penanganan kerusakan. Ini juga bagian dari efisiensi anggaran,” jelasnya.

Selain meningkatkan aksesibilitas, jalan yang lebih kuat dinilai dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Akses yang lancar menuju kawasan tambak akan membantu masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari maupun mengangkut hasil produksi.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *