banner 728x250

Lahan Sempit Tetap Produktif, Sudi Rustanto Dorong Budidaya Hidroponik

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Keterbatasan lahan dinilai bukan menjadi alasan bagi masyarakat untuk berhenti mengembangkan kegiatan pertanian. Berbagai metode budidaya modern maupun sederhana dapat diterapkan untuk mengubah lahan kosong menjadi area produktif yang mampu menghasilkan kebutuhan pangan keluarga.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, mengajak masyarakat memanfaatkan perkembangan teknik pertanian, termasuk sistem organik dan hidroponik, sebagai alternatif dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia.

Menurutnya, pengembangan pertanian tidak harus selalu bergantung pada kepemilikan sawah atau kebun yang luas. Pekarangan rumah hingga ruang sempit di lingkungan permukiman juga dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran.

“Sekarang ada banyak pilihan cara bercocok tanam yang bisa disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Tidak harus memiliki lahan luas, karena pekarangan rumah, pot tanaman, maupun sistem hidroponik dapat menjadi alternatif apabila dikelola dengan baik,” ujarnya.

Sudi menjelaskan, metode pertanian organik dapat dikembangkan dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang sesuai untuk membantu menjaga kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, sistem hidroponik menawarkan cara budidaya tanpa menggunakan tanah sebagai media utama. Teknik tersebut memungkinkan masyarakat menanam sayuran pada area terbatas dengan memanfaatkan air yang mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap metode memiliki kebutuhan dan tantangan masing-masing. Pertanian hidroponik, misalnya, memerlukan pengaturan nutrisi, ketersediaan air, serta peralatan yang memadai agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.

Karena itu, Sudi menilai masyarakat perlu mempertimbangkan kemampuan biaya, kemudahan perawatan, dan jenis tanaman sebelum menentukan sistem budidaya yang akan diterapkan.

Ia juga mendorong Dinas Pertanian Kabupaten Pati untuk memperluas edukasi dan pelatihan mengenai teknik pertanian alternatif. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami metode yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan kemampuan mereka.

“Penerapan teknologi pertanian harus disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai masyarakat mengeluarkan biaya besar, tetapi belum memahami cara pengelolaannya. Lebih baik dimulai dari metode sederhana, kemudian dikembangkan secara bertahap,” tambahnya.

Sudi berharap, pengenalan pertanian organik dan hidroponik dapat meningkatkan minat masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang selama ini belum produktif.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya melalui pengembangan budidaya sayuran yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan pemanfaatan teknologi tepat guna dan pendampingan yang berkelanjutan, sektor pertanian di Kabupaten Pati diharapkan semakin berkembang serta dapat melibatkan lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan lahan.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *