banner 728x250

Muhammadun Dorong Pesantren Tetap Jaga Jati Diri di Tengah Perubahan Zaman

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id – Perkembangan zaman dan modernisasi dinilai perlu direspons pondok pesantren tanpa menghilangkan karakter pendidikan yang selama ini menjadi ciri khasnya. Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Muhammadun, meminta pesantren tetap mempertahankan nilai akhlak, keteladanan dan pendidikan karakter dalam setiap proses pembinaan santri.

Menurutnya, kekuatan pesantren tidak hanya terletak pada pembelajaran agama di dalam kelas. Kehidupan sehari-hari di lingkungan pondok juga menjadi bagian penting dalam membentuk sikap dan kepribadian santri.

“Pesantren memiliki karakter pendidikan yang khas. Di tengah perubahan zaman, modernisasi boleh dilakukan, tetapi nilai-nilai akhlak, keteladanan dan pendidikan karakter tidak boleh hilang,” tuturnya.

Muhammadun mengatakan, pola kehidupan di pesantren memberikan pengalaman langsung kepada santri dalam menerapkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Interaksi serta kehidupan bersama di lingkungan pondok juga menjadi sarana pembelajaran sosial.

Ia menyebut arah pendidikan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang antara lain mengatur pembentukan individu agar memiliki keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, ilmu pengetahuan, kemandirian dan sikap moderat.

Meski demikian, Muhammadun menilai pesantren tetap perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat. Perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan generasi muda menjadi tantangan yang perlu direspons melalui sistem pendidikan yang relevan.

“Santri sekarang hidup di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Pesantren harus mampu memberikan bekal agar mereka kuat secara agama, karakter dan juga mampu menghadapi perkembangan zaman,” lanjutnya.

Menurutnya, proses modernisasi tidak hanya menyangkut pemanfaatan teknologi, tetapi juga perlu diikuti pembenahan tata kelola lembaga. Sistem pengawasan dan komunikasi antara pengasuh, santri serta orang tua juga perlu diperkuat.

Dengan komunikasi yang baik, kata Muhammadun, pesantren dapat lebih cepat mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi santri sekaligus menjaga kepercayaan orang tua.

Ia berharap pesantren di Pati mampu berkembang mengikuti kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai pendidikan yang telah menjadi bagian dari tradisinya.

“Yang kita inginkan adalah pesantren yang maju, terbuka terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap kokoh dalam nilai dan akhlaknya,” pungkas politikus senior PKB tersebut.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *