PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDIP, Suyono, mengapresiasi Kecamatan Kayen yang mengangkat Kebo Landoh dalam Festival Kebudayaan Adhi Loka Pati 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.
Menurut Suyono, penampilan Kebo Landoh dalam festival tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pertunjukan. Kebo Landoh merupakan bagian dari cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang dapat menjadi bagian dari identitas Kabupaten Pati.
“Kita tidak boleh melihat Kebo Landoh hanya sebagai sebuah legenda. Di dalamnya terdapat sejarah, cerita masyarakat dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari jati diri daerah. Karena itu, saya mengapresiasi Kayen yang berani menampilkan Kebo Landoh dalam Festival Adhi Loka. Ini menjadi bentuk kebanggaan terhadap warisan budaya lokal,” ujar Suyono.
Ia menilai pengangkatan Kebo Landoh ke dalam Festival Adhi Loka menjadi langkah positif dalam memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada masyarakat. Terlebih, kegiatan tersebut disaksikan masyarakat dari berbagai wilayah sehingga cerita yang berkembang di Kayen dapat dikenal lebih luas.
Suyono mengatakan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga bentuk keseniannya, tetapi juga perlu mempertahankan cerita dan nilai yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah lokal penting agar masyarakat tidak kehilangan akar budaya di tengah perkembangan zaman.
“Yang perlu kita jaga bukan hanya simbol Kebo Landoh, tetapi juga cerita dan nilai yang ada di baliknya. Ketika masyarakat memahami maknanya, mereka akan memiliki rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya daerahnya sendiri,” katanya.
Ia juga mendorong agar generasi muda dilibatkan dalam upaya mengenalkan berbagai cerita rakyat dan tradisi lokal Kabupaten Pati. Menurutnya, generasi muda merupakan kunci keberlanjutan pelestarian budaya karena merekalah yang nantinya akan meneruskan warisan tersebut.
“Festival seperti Adhi Loka memberikan ruang yang sangat baik untuk mempertemukan budaya dengan generasi muda. Saya berharap Kebo Landoh dan cerita rakyat lainnya tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi terus hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” jelas Suyono.
Suyono berharap ke depan semakin banyak kekayaan budaya dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati yang mendapatkan ruang dalam kegiatan kebudayaan. Menurutnya, keberagaman cerita, tradisi dan kesenian lokal merupakan modal penting untuk memperkuat jati diri Kabupaten Pati.
“Kita memiliki banyak kekayaan budaya yang tersebar di berbagai wilayah. Semuanya harus kita rawat dan beri ruang untuk berkembang. Kebo Landoh yang ditampilkan Kayen malam ini menjadi salah satu contoh bahwa budaya lokal bisa menjadi kebanggaan bersama masyarakat Pati,” pungkasnya.
(ADV)





















