banner 728x250

Tekan Kematian Ibu, Endah Minta CKG Tak Sekadar Pemeriksaan Kesehatan

banner 120x600
banner 468x60

PATI — Upaya menekan angka kematian ibu dinilai membutuhkan pendekatan yang lebih luas, tidak hanya mengandalkan pelayanan ketika perempuan sudah memasuki masa kehamilan. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Wahyuningati, mendorong agar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan secara menyeluruh.

Endah menilai puskesmas memiliki posisi strategis dalam memastikan program kesehatan pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat. Dalam pelaksanaannya, keterlibatan bidan disebut menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan.

“Program CKG ini program nasional dari pemerintah. Puskesmas harus melibatkan semua unsur, terutama bidan, karena merekalah ujung tombak di lapangan,” kata Endah saat ditemui di Pati.

Menurutnya, bidan memiliki peran penting karena pelayanan mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat desa. Kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi sekaligus mendeteksi berbagai persoalan kesehatan sejak lebih awal.

Endah juga meminta agar penguatan pelayanan tidak berhenti pada program CKG. Ia menilai jam pelayanan Puskesmas yang mulai diperpanjang harus dibarengi dengan pengawasan sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

“Harapannya adalah layanan. Karena sekarang ada pelayanan sampai sore, ini harus terus diawasi agar tidak hanya jadi wacana,” ujarnya.

Ia bahkan berharap pola pelayanan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih fleksibel ketika membutuhkan layanan kesehatan.

“Harapannya itu bisa menjadi target untuk pelayanan tanpa ada batas waktu, sehingga masyarakat kapan pun butuh bisa terlayani,” jelasnya.

Dalam konteks kesehatan ibu dan anak, Endah menyebut sejumlah program dasar di desa perlu dikerjakan secara bersamaan. Penanganan stunting, pemeriksaan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak menurutnya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Ini program baik di desa terkait program dasar mulai stunting, layanan ibu hamil dan lain-lain. Semua harus berjalan bersamaan agar hasilnya maksimal,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa tingginya angka kematian ibu masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius. Karena itu, setiap program kesehatan yang telah disiapkan pemerintah harus dipastikan berjalan hingga tingkat masyarakat.

“Angka kematian ibu melahirkan cukup tinggi, sehingga program-program harus benar-benar dijalankan. Adanya angka kematian ini sangat prihatin,” ungkapnya.

Lebih jauh, Endah berpandangan bahwa pencegahan harus dimulai sebelum seseorang memasuki fase kehamilan. Pendidikan dan pendampingan kepada anak-anak serta remaja dinilai penting, termasuk mengenai kesiapan menikah dan menjadi orang tua.

“Tapi itu tidak bisa diselesaikan pada ibu yang hamil saja, tapi juga anak-anak. Mulai kapan menikah harus diterapkan. Karena ketika akan menjadi ibu, harus bisa menjaga kehamilan dan merawat anak sampai 5 tahun sesuai dengan harapan,” pungkasnya.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *