banner 728x250

DPRD Pati Tekankan Pendampingan Petani Tembakau dari Hulu hingga Hilir

banner 120x600
banner 468x60

PATI, redaksinusantara.id — Perubahan pola tanam dari padi ke tembakau yang dilakukan sejumlah petani di Kabupaten Pati saat musim kemarau dinilai perlu mendapat dukungan dari pemerintah. Peralihan tersebut menjadi pilihan petani karena keterbatasan pasokan air di lahan pertanian.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Warsiti, mengatakan kondisi tersebut terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Winong, Jakenan, Pucakwangi, dan Batangan.

Menurutnya, keputusan mengganti komoditas tidak cukup hanya dengan melihat kebutuhan air. Petani juga perlu dibekali pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman pengganti agar mampu memperoleh hasil yang optimal.

“Petani jangan hanya diarahkan untuk berganti tanaman. Mereka juga perlu mendapat pendampingan, terutama terkait teknik budidaya tembakau agar hasil produksinya bisa maksimal,” ujarnya.

Warsiti menilai peran penyuluh pertanian sangat penting dalam kondisi tersebut. Pendampingan secara langsung di lapangan dapat membantu petani memahami tahapan budidaya sekaligus mengantisipasi berbagai kendala selama masa tanam.

Selain teknik budidaya, ia meminta pemerintah memperhatikan ancaman hama dan kualitas hasil panen. Dua faktor tersebut dinilai berpengaruh terhadap produktivitas sekaligus nilai jual tembakau yang dihasilkan petani.

“Ketika kualitas dan hasil panen terjaga, tentu nilai ekonominya juga akan lebih baik. Karena itu, pengetahuan petani dan pendampingan di lapangan harus diperkuat,” katanya.

Warsiti menegaskan dukungan pemerintah sebaiknya diberikan sejak sebelum proses penanaman dimulai. Petani membutuhkan informasi mengenai komoditas, teknik budidaya, pengendalian hama hingga peluang pemasaran hasil produksi.

Ia berharap kebijakan pertanian tidak hanya bersifat responsif ketika petani mengalami gagal panen atau kerugian. Pendampingan yang dilakukan sejak awal dinilai dapat membantu petani menghadapi risiko akibat perubahan cuaca dan keterbatasan air.

“Petani membutuhkan kepastian dan dukungan. Pemerintah harus hadir sejak penentuan pola tanam hingga hasil pertanian mereka memiliki akses pasar,” pungkasnya.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *