banner 728x250

Legislator Pati Dorong Kreativitas Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi dan Wisata

banner 120x600
banner 468x60

Legislator Pati Dorong Kreativitas Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi dan Wisata

PATI, redaksinusantara.id – Pelestarian seni dan budaya lokal dinilai tidak harus dilakukan dengan cara konvensional. Melalui pengembangan ekonomi kreatif, kekayaan budaya Kabupaten Pati justru dapat dikemas menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi daya tarik wisata.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Yeti Kristianti, mengatakan potensi budaya yang dimiliki Pati cukup beragam dan dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kreativitas diperlukan agar seni dan budaya lokal tetap menarik bagi generasi muda maupun wisatawan.

“Budaya lokal jangan hanya menjadi tontonan, tetapi bisa kita dorong menjadi bagian dari kegiatan ekonomi kreatif. Dengan kemasan yang menarik, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi tanpa meninggalkan nilai budayanya,” ujar Yeti.

Ia menilai kesenian tradisional, kerajinan, hingga berbagai tradisi masyarakat memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk kreatif.

Pengemasan yang lebih modern dapat dilakukan tanpa menghilangkan ciri khas maupun nilai yang terkandung di dalamnya.

Menurut Yeti, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut. Anak muda dinilai memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memperkenalkan kesenian dan budaya Pati kepada masyarakat yang lebih luas.

“Generasi muda harus ikut mengambil peran. Mereka bisa membantu mengenalkan budaya Pati melalui media digital, membuat konten kreatif, sekaligus mengemasnya menjadi sesuatu yang lebih mudah diterima masyarakat,” katanya.

Selain menjadi sarana promosi budaya, pengembangan seni dan tradisi juga dapat dikaitkan dengan sektor pariwisata. Berbagai pertunjukan budaya maupun produk kerajinan lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata bagi pengunjung yang datang ke Pati.

Yeti berharap pemerintah daerah memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku seni dan komunitas budaya untuk berkreasi. Dukungan dapat dilakukan melalui penyelenggaraan festival, ruang pertunjukan, pameran maupun kegiatan promosi yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif.

“Kalau kegiatan budaya rutin diberikan ruang, bukan hanya pelestariannya yang berjalan. Pelaku seni, UMKM dan sektor pariwisata juga bisa ikut bergerak,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, komunitas seni, pelaku usaha dan generasi muda harus memiliki visi yang sama agar potensi budaya tidak berhenti sebagai warisan, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Budaya adalah identitas Pati. Kita harus menjaganya, tetapi juga harus kreatif dalam mengembangkannya supaya tetap hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Yeti.

(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *