PATI, redaksinusantara.id – Pengembangan Alun-Alun Kembangjoyo dinilai perlu mempertahankan karakter daerah dan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik. Kawasan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai ruang publik yang sekaligus memperkenalkan budaya serta sejarah Kabupaten Pati.
Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, mengatakan identitas daerah perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam konsep pengembangan Kembangjoyo. Menurutnya, ruang publik dapat memiliki fungsi lebih luas apabila mampu menggabungkan unsur rekreasi, sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
“Kalau kita punya kawasan seperti Kembangjoyo, jangan hanya dibangun secara fisik. Identitas Pati juga perlu ditampilkan di sana,” kata Joni.
Ia menilai pengenalan sejarah daerah kepada generasi muda perlu dilakukan dengan pendekatan yang menarik. Nilai-nilai sejarah dan cerita mengenai tokoh-tokoh daerah dapat dikemas melalui berbagai bentuk kegiatan seni maupun edukasi yang mudah diterima masyarakat.
Menurut Joni, keberadaan ruang budaya di kawasan publik juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah Pati kepada masyarakat luas. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati fasilitas, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai identitas daerah.
“Sejarah jangan hanya tersimpan di buku. Harus ada cara yang membuat anak-anak muda tertarik mengenal leluhurnya dan mengetahui perjalanan daerahnya,” ujarnya.
Joni berharap konsep renovasi Kembangjoyo nantinya menyediakan ruang yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas kebudayaan. Ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk pameran, pertunjukan seni, kegiatan komunitas, maupun agenda edukasi sejarah daerah.
“Kembangjoyo bisa menjadi tempat orang berkumpul, berdagang, berwisata sekaligus mengenal budaya Pati. Kalau semua itu bisa berjalan bersama, nilai kawasan ini akan jauh lebih besar,” jelasnya.
Ia juga melihat pelestarian budaya berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Aktivitas kebudayaan yang dikelola secara rutin dinilai dapat menarik pengunjung sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM dan PKL.
“Budaya hidup, masyarakat datang, UMKM bergerak, PKL mendapatkan manfaat. Jadi kebudayaan juga bisa menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya.
(ADV)





















